Abstract :
Arus data dan informasi tumbuh secara cepat dan pesat dalam ukuran
jumlah dan sarana yang bermacam-macam yang disebut dengan big data. Dalam
menghadapi perubahan di masa depan, diperlukan sebuah analisis dan rancangan
yang matang dari pengolahan data sehingga kerangka prediksi tersebut diperoleh
hasil yang baik. Salah satu upaya pengolahan big data diwujudkan dalam metode prediksi atau forecasting, di mana metode tersebut digunakan untuk memprediksi
nilai atau tren di masa yang akan datang sebagai acuan kondisi di masa lalu. Salah
satu contoh Big Data yang ada di Kota Balikpapan, yaitu Temperatur dalam 2 meter
yang diperoleh dari satelit NASA yang dipublikasikan dalam website
power.larc.nasa.gov. Salah satu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode ARIMA dan dilakukan pengembangan sesuai dengan data yang digunakan.
Berdasarkan data yang akan digunakan, yaitu data Temperatur dalam jarak 2 meter
di Kota Balikpapan, maka dilakukan pengembangan pengolahan data hingga
memperhatikan tiga pola musiman atau disebut dengan model Triple Seasonal
ARIMA. Dalam penelitian ini dapat diketahui bagaimana membangun model Triple
Seasonal ARIMA dan model Seasonal ARIMA serta Double Seasonal ARIMA,
serta dapat diketahui perbandingan hasil akurasi prediksi dari ketiga model tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Seasonal ARIMA(SARIMA), Double Seasonal ARIMA (DSARIMA) dan Triple Seasonal ARIMA
(TSARIMA). Hasil yang diperoleh pada penelitian ini, yaitu dapat membandingkan
metode dalam melakukan prediksi dengan rentang waktu 2 minggu, 1 bulan, 3
bulan dan 6 bulan. Selain itu, diperoleh nilai terbaik untuk memprediksi data
temperatur dalam rentang waktu 2 minggu dengan model SARIMA(0,1,1)(0,0,1)24, dalam rentang waktu 1 bulan dengan model DSARIMA(1,1,1)(0,0,1)24(0,0,1)8736, dalam rentang waktu 3 bulan dengan model
DSARIMA (1,1,1)(0,0,1)24(0,0,1)168, dan dalam rentang waktu 6 bulan dengan
model TSARIMA (0,1,1)(0,0,1)24(0,0,1)168(0,0,1)8736.