Abstract :
Inovasi dalam dunia konstruksi sangat dibutuhkan, terlebih jika inovasi tersebut ber-nilai ekonomis dan tepat mutu. Pada konstruksi rumah sederhana terdapat masyarakat yang melakukan inovasi dengan menggunakan baja ringan sebagai tulangan pada struktur beton, sedangkan material yang digunakan dalam konstruksi baik berupa semen, agregat kasar, agregat halus, pembesian, dan lain sebagainya sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu agar dapat diketahui apakah material yang digunakan mampu menahan beban yang akan diberikan. Pada umumnya baja ringan digunakan sebagai rangka atap serta kanopi, sehingga penggunaan baja ringan sebagai tulangan struktur beton masih harus dilakukan analisis. Tulangan yang digunakan dalam struktur beton bertulang adalah BjTS 420 dengan kuat leleh maksimum sebesar 420 Mpa. Sedangkan pada material baja ringan terdapat mutu yang melampaui yaitu baja ringan dengan mutu G550. Berdasarkan SNI 4096:2007 tentang baja lembaran dan gulungan lapis panduan aluminium-seng, baja ringan mutu G550 memiliki kuat tarik minimum sebesar 550 Mpa dan kuat luluh minimum sebesar 550 Mpa. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian dengan menggunakan baja ringan kanal C 75 dengan tujuan untuk mengetahui nilai kuat lentur, beban maksimum dan pola retak yang terjadi pada struktur beton dengan tulangan baja ringan, serta biaya pembuatan beton dengan tulangan baja ringan. Pada penelitian ini menggunakan 4 skema penulangan yang berbeda, masing-masing skema memiliki rasio penulangan sebesar 0.48%, 0.55%, 0.73%, dan 0.81%. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan baja ringan sebagai tulangan ganda pada struktur bangunan rumah sederhana tipe 36 mampu menahan kombinasi pembebanan yang diberikan, dengan nilai beban maksimum rata-rata sebesar 66.47 kN, dan kuat lentur rata-rata sebesar 8.91 Mpa pada skema 1, 70.40 kN dan 9.90 Mpa pada skema 2, 75.87 kN dan 9.95 Mpa pada skema 3, serta 90.71 kN dan 11.99 Mpa pada skema 4.Biaya pembuatan beton dengan menggunakan tulangan baja ringan per 1"m" ^"3" pada skema 1 dan skema 2 memiliki harga yang lebih murah, dengan nilai sebesar 1.735.173 rupiah pada skema 1 dan 1.759.173 rupiah pada skema 2, sedangkan pada pembuatan beton menggunakan tulangan baja konvensional "?10mm" memiliki harga sebesar 1.807.639 rupiah. Pada skema 3 dan skema 4 memiliki harga yang lebih tinggi yaitu sebesar 1.835.973 rupiah pada skema 3 dan 1.811.973 rupiah pada skema 4.