DETAIL DOCUMENT
Studi Kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Di Gedung Laboratorium Institut Teknologi Kalimantan (ITK) - Submit Journal
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Wardhana, Yosi Kusumah
Subject
TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering 
Datestamp
2022-07-19 03:50:21 
Abstract :
Produksi energi listrik di Indonesia masih didominasi oleh pembangkit listrik berbahan bakar fosil yang menyebabkan polusi udara. Untuk mengurangi polusi udara tersebut, perlu dilakukan peningkatan energi baru terbarukan khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Potensi PLTS yang ada di Indonesia sebesar 207,8 GWp, namun pemanfaatannya baru mencapai 22,632 MWp di Januari 2021. Pada penelitian ini dilakukan studi kelayakan pemanfaatan potensi PLTS yang ada di lingkungan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan. Dalam penelitian dilakukan analisis shading di atap, analisis aspek ekonomi, analisis hasil reduksi CO2 terhadap daya keluaran dari perencanaan PLTS di gedung Laboratorium ITK. Proses pengolahan data dilakukan dengan menggunakan data iradiasi matahari dan temperatur. Data tersebut didapatkan dari pengambilan data secara langsung selama 30 hari dan data Nasa. Hasil observasi di atap laboratorium tidak terjadi shading pada waktu 08.00 sampai 16.00 WITA. Perancangan yang dilakukan menghasilkan 660 modul surya dengan daya keluaran sebesar 363 kWp. Sehingga produksi energi listrik tahunan menggunakan data observasi langsung sebesar 603.618,75 kWh/tahun dan data Nasa sebesar 522.902,65 kWh/tahun. Pada sistem hybrid waktu pengembalian investasi, dengan data observasi langsung terjadi pada 17,22 tahun berdasarkan PERMEN ESDM dan 56,39 tahun berdasarkan harga biaya listrik/kWh ITK ke PLN, sedangkan dengan data Nasa terjadi pada 19,88 tahun dan 65,09 tahun. Pada sistem on grid waktu pengembalian investasi dengan observasi langsung terjadi pada 10,04 tahun berdasarkan PERMEN ESDM dan 11,98 tahun berdasarkan harga listrik/kWh ITK ke PLN, sedangkan dengan data Nasa terjadi pada 10,04 tahun dan 13,83 tahun. Sehingga sistem on grid lebih layak dibanding hybrid. Produksi energi PLTS saat menggunakan data observasi langsung dapat mereduksi CO2 sebesar 493,156 ton CO2/tahun sedangkan dengan data Nasa CO2 yang tereduksi sebesar 427,211 ton CO2/tahun. Berdasarkan data PLN bahwa pembangkit listrik konvensional mengeluarkan 817 gram CO2/kWh. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan