DETAIL DOCUMENT
Rancangan Kawasan Rawan Banjir dengan Pendekatan Water Sensitive Urban Design (WSUD) di Kelurahan Sempaja Selatan, Kota Samarinda - Submit Journal
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Safitri, Diah Putri Rachmawati
Subject
AI Indexes (General) 
Datestamp
2022-07-19 03:38:59 
Abstract :
Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara termasuk ke dalam daerah rawan banjir. Banjir terjadi karena sistem resapan air pada wilayah utara mengalami hambatan akibat perubahan fungsi lahan. Lokasi genangan banjir terletak di Jl. Wahid Hasyim (Simpang 4 Sempaja) dengan luas genangan sebesar 4 Ha, lama genangan 10 jam, serta kedalaman genangan 80 cm dan di Jl. Pramuka dengan luas genangan sebesar 6 Ha, lama genangan 3 jam, serta kedalaman genangan 20. Upaya pemerintah Kota Samarinda berupa perbaikan drainase, pembangunan drainase sub sistem, dan pembangunan kolam retensi Sempaja di tahun 2019. Berdasarkan hasil kondisi di tahun 2021, kolam retensi Sempaja hanya mereduksi banjir sebesar 3,76% dan tidak sepenuhnya mengjhilangkan genangan banjir, namun mengurangi lama genangan. Berdasarkan urgensitas yang terjadi tujuan dari penelitian adalah merumuskan rancangan kawasan rawan banjir dengan pendekatan Water Sensitive Urban Design (WSUD) sebagai solusi alternatif untuk keberlanjutan lingkungan di Kelurahan Sempaja Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan penelitian. Tahap pertama yaitu melakukan evaluasi kondisi fisik dan pengelolaan infrastruktur hijau berdasarkan preferensi stakeholder menggunakan teknik analisis konten. Tahap kedua yaitu melakukan analisis sebaran pembangunan elemen WSUD di Kelurahan Sempaja Selatan menggunakan teknik analisis overlay. Tahap ketiga yaitu perumusan rancangan kawasan dengan pendekatan Water Sensitive Urban Design di Kelurahan Sempaja Selatan menggunakan analisis triangulasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa kondisi fisik dan pengelolaan infrastruktru hijau yang dibangun berupa kolam retensi Sempaja dan drainase sudah bekerja optimal. Hasil analisis sebaran pembangun elemen WSUD diperoleh ketujuh elemen dalam kategori sesuai untuk dibangun di wilayah perencanaan. Hasil rumusan rancangan pada zona 1 jenis elemen adalah bioretensi, bioswale, sabuk hijau (buffer/filterstrip)¸constructed wetland, dan kolam retensi. Hasil rumusan rancangan pada zona 2 adalah sabuk hijau (buffer/filter strip), dan bioretensi. Kata Kunci : Banjir, Infrastruktur Hijau, Rancang Kota, Water Sensitive Urban Design 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan