Abstract :
Rumah merupakan kebutuhan pokok manusia, tetapi masyarakat yang berpenghasilan rendah memiliki keterbatasan daya beli memilih untuk membangun rumah secara swadaya. Pemerintah mengeluarkan sebuah Program Nasional Sejuta Rumah, solusi yang ditawarkan dengan menyediakan rumah murah dengan harga dan cicilan terjangkau untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam melaksanakan pembangunan perumahan MBR harus berlandaskan undang-undang yang berlaku dengan menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan atau berwawasan lingkungan. Menuju perumahan MBR yang berwawasan lingkungan harus melestarikan keseimbangan ekosistem dengan memperhatikan tiga aspek penting yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Namun, seringkali hasil akhir dari pembangunan perumahan MBR ini masih belum berwawasan lingkungan. Oleh karena itu dilakukan analisis pengaruh kualitas perumahan berwawasan lingkungan terhadap tingkat hunian perumahan MBR di Kecamatan Balikpapan Utara. Penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif metode skoring, persentase, dan crosstabs dengan objek penelitian 15 perumahan MBR di Kecamatan Balikpapan Utara. Hasil yang didapatkan berdasarkan analisis yang dilakukan adalah kualitas perumahan berwawasan lingkungan pada perumahan MBR di Kecamatan Balikpapan Utara terbagi menjadi 2 klasifikasi, yaitu 9 perumahan MBR kualitas sedang dan 6 perumahan MBR kualitas buruk. Untuk tingkat hunian perumahan MBR di Kecamatan Balikpapan Utara terbagi menjadi 2 kriteria, yaitu 14 perumahan MBR kriteria sangat baik (tingkat hunian 81%-100%) dan 1 perumahan MBR kriteria cukup (tingkat hunian 61%-80%). Pengaruh kualitas perumahan berwawasan lingkungan terhadap tingkat hunian perumahan MBR di Kecamatan Balikpapan Utara cukup berpengaruh, karena nilai terbesar menunjukkan perumahan MBR dengan kualitas sedang memiliki tingkat hunian yang cukup.