DETAIL DOCUMENT
Strategi Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Komoditi Unggulan Subsektor Perkebunan di Kabupaten Penajam Paser Utara Judul TA - Submit Journal/Konferensi
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Gayatry, Karina Maya
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General) 
Datestamp
2022-07-19 06:43:38 
Abstract :
penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan petani serta penyediaan bahan baku dan bahan pangan salah satu upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan perekonomian di suatu daerah adalah dengan menganalisis atau menggali sektor-sektor yang memang memiliki keunggulan komparatif maupun memiliki keunggulan kompetitif. Namun permasalahan seperti penurunan angka kerja di sektor pertanian sebesar 8,25% dari tahun 2019 dan angka kerja pada subsektor perkebunan sendiri mengalami penurunan sebesar 1.226 KK/KTP dari tahun 2018. Hal tersebut terlihat dari penurunan produktifitas beberapa komoditi, seperti kopi dan kakao menurun 5 ? 13 % dalam dua tahun terakhir yang berdampak pada PDRB daerah sehingga mengalami fluktuasi harga dan penurunan sebesar 6,44% ditambah dengan terjadinya alokasi lahan perkebunan sebesar 4.266 ha dalam waktu 10 tahun karena tidak didukungnya peraturan daerah tentang alokasi lahan (Dinas Pertanian,2021). Dalam penelitian ini akan dirumuskan strategi yang dapat meminimalisir permasalahan yang ada dan dapat meningkatkan potensi kawasan perkebunan. Penelitian ini terdapat 3 (tiga) analisis yang menjawab setiap sasaran, sasaran pertama untuk menganalisis komoditas unggulan subsektor perkebunan dengan menggunakan metode analisis Shift Share dan analisis Location Quotient, hasil dari sasaran pertama adalah komoditi Kelapa Sawit dan Karet. Selanjutnya ada sasaran kedua untuk menentukan faktor kunci dari pengembangan kawasan pertanian berbasis komoditas unggulan dengan menggunakan analisis Delphi menghasilkan 11 (sebelas) faktor berupa kesesuaian lahan, jumlah tenaga kerja, kualitas tenaga kerja, pasar, bank, sarana produksi pertanian, kelompok tani, jaringan listrik, jaringan jalan, penggunaan teknologi, kebijakan pengembangan kawasan pemerintah daerah, dan iklim. Terakhir, sasaran ketiga untuk menentukan strategi yang tepat dalam menentukan pengembangan kawasan menggunakan analisis SWOT yang menghasilkan 20 strategi dengan berfokus pada peningkatan sumber daya manusia dari fokus pada kelompok tani hingga tenaga perusahaan, sarana prasarana, sistem pemasaran dan kebijakan. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan