Abstract :
Penyakit COVID-19 di kawasan Indonesia mulai mewabah sejak awal tahun 2020 hingga saat ini. Penyebab penyakit ini disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-Cov-2). COVID-19 dapat menyebar dari individu yang telah terinfeksi ke individu yang lain. Oleh karena itu, penelitian diadakan untuk memahami laju penyebaran dari satu daerah ke daerah yang lain. Penyebaran penyakit dapat dianalisis dengan menambahkan persamaan difusi pada model matematika yang telah dipilih. Persamaan traveling wave disebut sebagai persamaan difusi yang merepresentasikan perpindahan suatu zat. Penyebaran penyakit dapat diimplementasikan ke dalam permasalahan matematika dengan bentuk pemodelan salah satunya yaitu model ???????????????? (Susceptible, Exposed, Infected, Recovery). Penelitian ini menghasilkan dua titik tetap, yaitu (
????0 ????????????+????0, 0,0,
????????????????0d0(????????????+????0)
) dan (????
?
, ????
?
,????
?
, ????
?
). Kestabilan sistem dianalisis
berdasarkan nilai eigen yang diperoleh dari dua titik tetap tersebut. Kemudian untuk
menginvestigasi kecepatan traveling wave dengan konstruksi model dan
menghasilkan kecepatan minimal pada semua kompartemen dikarenakan
pergerakan setiap individual secara dinamis dapat memperluas jangkauan
penyebaran virus. Model traveling wave diselesaikan menggunakan simulasi
numerik metode FTCS (Forward Time Center Space). Hasil yang diperoleh pada
grafik traveling wave menunjukkan bahwa penyebaran virus COVID-19 dapat
terjadi di titik bebas penyakit. Melalui analisa sensitifitas kecepatan dan gelombang
traveling wave bahwa saat parameter tingkat vaksinasi diperbesar, maka kecepatan
penyebaran semakin kecil. Artinya bahwa tingkat vaksinasi populasi sangat
berpengaruh untuk mengontrol laju penyebaran virus COVID-19. Sehingga sangat
perlu untuk segera melaksanakan vaksinasi untuk seluruh masyarakat.