Abstract :
Saat ini banyak upaya yang dilakukan untuk mengolah limbah logam berat, seperti nanoteknologi yang diyakini mampu menghilangkan polutan dari air. Seng oksida (ZnO) merupakan material berukuran nano yang mudah diperoleh, tidak beracun dan digunakan sebagai obat untuk pengolahan air limbah. Nanomaterial ZnO telah berhasil disintesis dengan ekstrak daun ketapang dan variasi larutan prekursor seng asetat dihidrat (0,3 M sampai 0,7 M) menggunakan metode green synthesis. Kemudian sampel diuji menggunakan instrumen XRD, FTIR dan SEM-EDX untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi prekursor pada karakteristik struktur nanomaterial ZnO. Hasil pengujian nanomaterial ZnO memiliki struktur kristal heksagonal wurtzite dengan ukuran kristal masing-masing 14,559 (5) nm, 14,200 (5) nm, 13,974 (7) nm, 12,597 (5) nm dan 5,997 (1) nm secara berturut-turut. Semakin tinggi konsentrasi prekursor menyebabkan ukuran kristal yang dihasilkan semakin kecil. Ekstrak daun ketapang memiliki gugus fungsi O?H (3274,62 cm-1), amina N?H (2111,61 cm-1) dan C=C aromatik (1636,93 cm-1) yang berperan sebagai bioreduktor dalam pembentukan nanomaterial ZnO. Ikatan Zn?O terdeteksi pada rentang bilangan gelombang 433,98 cm-1, 437,84 cm-1 dan 441,70 cm-1. Morfologi nanomaterial ZnO menyerupai karang dengan adanya aglomerasi dan mengandung unsur Zn dan O. Semakin tinggi konsentrasi prekursor, maka morfologi yang dihasilkan semakin teraglomerasi. Aglomerasi menyebabkan ukuran partikel pada sampel menjadi tidak merata.