Abstract :
Kebun Edukasi KM 12 merupakan sebuah lahan perkebunan yang dimanfaatkan sebagai penghasil pangan dan dijadikan tempat edukasi tentang berkebun. Permasalahan yang ada di kebun KM 12 yaitu penyiraman tanaman yang menggunakan cara manual. Penyiraman manual dinilai kurang efektif karena perlu menyiram tanaman satu persatu. Penyiraman manual memerlukan tenaga ekstra, waktu, dan sumber daya manusia yang banyak untuk melakukan penyiraman pada seluruh tanaman. Oleh karena itu dirancanglah alat penyiram otomatis dengan kecerdasan buatan agar permasalahan penyiram tanaman manual dapat teratasi. Adapun target penelitian ini yaitu perancangan alat penyiram tanaman otomatis yang mampu mengeluarkan air dengan durasi penyiraman menyesuaikan keadaan kelembapan tanah berdasarkan Fuzzy, serta menganalisis metode Fuzzy yang diterapkan pada alat penyiram tanaman otomatis. Sehingga diharapkan dapat memberikan solusi untuk pengembangan alat penyiraman otomatis di kebun Edukasi KM 12 Karang Joang. Dari hasil uji coba penerapan logika Fuzzy pada alat yaitu penyiraman tanah kering dan tanah lembab telah mengeluarkan output durasi sesuai output Fuzzy. Pada saat tanah dalam kondisi lembab maka valve akan terbuka selama 15 detik. Pada saat tanah dalam kondisi kering maka valve akan terbuka selama 38 detik. Apabila keadaan tanah sudah masuk dalam kategori basah maka tidak dilakukan penyiraman. Pada pagi hari penyiraman yang terjadi adalah selama 15 detik karena kondisi tanah di pagi hari masuk ke dalam kategori lembab, sedangkan pada sore hari penyiraman yang terjadi adalah 38 detik karena kondisi tanah menjadi kering ketika melewati suhu panas pada siang hari.