Abstract :
Tidak tersedianya platform yang memfasilitasi masyarakat Desa Singa Gembara dalam mengakses informasi desa dan menyalurkan aduan mereka. Hal ini membuat masyarakat desa kesulitan dalam menyampaikan aduan mereka kepada pemangku kepentingan terkait. Dari permasalahan yang muncul tersebut maka dilakukan penelitian dengan melakukan pengembangan aplikasi layanan informasi dan aduan masyarakat berbasis mobile di lingkungan Desa Singa Gembara. Aplikasi bernama Singa Gembara App (SIGAP) ini menggunakan bahasa Dart dan Framework Flutter sebagai bahasa dan framework pengembangan aplikasi. Penelitian ini juga menerapkan Clean Architecture, Atomic Design dan Business Logic Component Pattern (BLoC Pattern) untuk mengembangkan aplikasi yang terstruktur, sistematis, maintainable dan scalable sehingga memudahkan pengembangan aplikasi kedepannya. Pengembangan aplikasi ini juga menggunakan metode prototyping sebagai Systems Development Life Cycle (SDLC). Penerapan metode prototyping pada penelitian ini membuat pengguna dapat berinteraksi dalam pengembangan aplikasi SIGAP. Pada pengembangan aplikasi SIGAP terdapat 21 user story yang telah diuji dengan black-box testing dengan hasil valid. Hasil usability testing yang dilakukan untuk mengukur tingkat ketermudahaan pada peran masyarakat terdiri dari 3 aspek, yaitu 100% pada aspek effectiveness, 30 detik per tugas pada aspek efficiency, dan 6,5 pada aspek satisfaction. Hasil yang didapatkan pada tingkat ketermudahaan peran admin didapatkan 100% pada aspek effectiveness, 21,75 detik per tugas pada aspek efficiency, dan 6,75 pada aspek satisfaction.