Abstract :
BIM (Building Information Modeling) merupakan sebuah metode yang merepresentasikan pekerjaan konstruksi terintegrasi yang dapat menghemat waktu dan biaya dibandingkan metode konvensional. Melalui kebijakan PermenPUPR No.28 tahun 2018 menjadi tahap pengembangan BIM di Indonesia dimana gedung pemerintahan dengan luas lebih dari 2000 m2 diatas 2 lantai wajib menggunakan BIM. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbandingan volume manual dengan BIM, penyebab terjadinya selisih volume dan bagaimana solusi penanggulangannya. Penelitian menggunakan studi kasus pada proyek pembangunan Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Kota Balikpapan. Metode penelitian menggunakan gambar kerja, data perhitungan volume dokumen kontrak, perhitungan manual sendiri, dokumentasi pekerjaan dan wawancara. Penelitian ini menggunakan software Revit dan Cubicost dalam permodelan 3D. Permodelan 3D menggunakan data gambar kerja dengan output berupa data take of quantity pekerjaan pengecoran, tulangan, bekisting dan fabrikasi baja. Data volume dari take of quantity akan dibandingkan dengan metode perhitungan manual dan dianalisa faktor penyebab perbedaannya dengan metode pareto dan fishbone. Hasil analisa didapatkan deviasi perhitungan manual terhadap BIM yakni pengecoran sebesar 23,62 m3, pembesian 10.016,71 Kg, bekisting 100.37 m2 dan fabrikasi 56.08 Kg dengan biaya sebesar Rp 563,082,794.00. Besar deviasi BOQ proyek terhadap BIM adalah pengecoran sebesar -28,33 m3, pembesian 36.675 Kg, bekisting 1.180,18 m2 dan fabrikasi -1102,7 Kg dengan biaya sebesar Rp 1,401,595,553.00. Pekerjaan dengan deviasi perhitungan terbesar adalah pembesian (kolom, pelat, balok) dan bekisting (pelat, balok, tangga). Penyebab terjadinya selisih volume adalah karena faktor sumber daya manusia yang kurang memahami standar metode pengukuran dan implementasi BIM, kurang memperhatikan tahapan perhitungan QTO serta penggunaan Microsoft Excel sebagai acuan utama dalam perhitungan. Solusi yang perlu dilakukan adalah perlu adaya sertifikasi ahli, estimasi perlu dilakukan dengan 2 metode yakni metode perhitungan konvensional dan BIM sebagai pembanding, selain itu dalam pengoperasian BIM perlu diterapkan secara berkelanjutan dari tahapan perencanaan hingga pemeliharaan bangunan.
Kata kunci : BIM, Cubicost, Struktur, Revit, Volume.