DETAIL DOCUMENT
Identifikasi waste pada konstruksi dengan implementasi lean construction (studi kasus : pembangunan Jembatan Sungai Manggar)- Submit Journal/Konferensi
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Akbar, Syam Bima Muhammad
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General) 
Datestamp
2022-07-20 07:35:26 
Abstract :
Di Indonesia pada industri konstruksi masih mengalami ketidakefisien pada pelaksanaan proyek konstruksi. Hal ini karena kegiatan pemborosan (waste) masih banyak terjadi pada pelaksanaan proyek konstruksi. Ketika pemborosan terjadi sumber daya digunakan namun tidak memberikan nilai (value) yang diinginkan. Cara yang dapat dilakukan untuk penanganan meminimalkan waste dalam resources dan memaksimalkan nilai (value) semaksimal mungkin pada proyek adalah dengan Lean Construction. Tujuan utama dari konsep ini adalah meningkatkan efisiensi produksi dengan konsisten dan menyeluruh menghilangkan waste. Pada penelitian ini digunakan metode deskriptif persentase dan fishbone diagram untuk mengidentifikasi waste dengan implementasi Lean construction. Dengan menggunakan Metode deskriptif persentase dapat mengetahui status variabel untuk mendiskripsikan waste lean construction yang paling berpengaruh pada proyek. Fishbone diagram digunakan untuk membantu memberikan alternatif solusi penanganan masalah. Proyek yang akan diidentifikasi waste-nya dengan menggunakan implementasi Lean construction adalah proyek pembangunan Jembatan Sungai Manggar, Balikpapan. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil pekerjaan dengan waste Lean Construction yang paling berpengaruh pada Proyek Jembatan Sungai Manggar yaitu Kegiatan pekerjaan berhenti karena cuaca buruk (Waiting). Setelah dilakukan analisis didapatkan pada proyek ini 131 jam kerja atau 13,1 hari kerja atau setara 1,79% dari total hari kerja tidak dapat dilakukan karena cuaca buruk. Pada proyek pembangunan Jembatan Sungai Manggar cuaca buruk selain mengakibatkan tidak dapat dilakukannya pekerjaan juga mengakibatkan pekerjaan tidak maksimal, dengan total waku terganggu yaitu 941 jam kerja atau 94,1 hari kerja atau setara dengan 12,89% dari total hari kerja. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan