Abstract :
Permasalahan utama Food Estate Kalimantan Tengah, Kabupaten Kapuas
seluas 26268.845 Ha yaitu sepanjang tahun tergenangi air pada lokasi-lokasi
tertentu menjadi penghambat pembangunan lahan rawa sebagai lahan pertanian.
Oleh karena itu, perlu diketahui besar pengaruh ketinggian genangan air terhadap
lahan dan zonasi hidrotopografi yang mempengaruhi kesesuaian lahan pada Daerah
Irigasi Rawa Dadahup. Metode yang dilakukan ialah dengan menganalisis luapan
yang dimodelkan dengan software Hec-Ras akibat adanya debit yang dipengaruhi
pasang surut. Peta Hidrotopografi ini berupa gambar luasan setiap bagian daerah
penelitian yang digunakan sebagai salah satu parameter penentu satuan lahan. Dari
hasil peta topografi dilakukan overlay Intersect pada Arc-Map dengan peta
kedalaman pirit dan peta drainabilitas untuk didapatkan peta satuan lahan. Hasil
penelitian menunjukan daerah ini memiliki tipe Hidrotopografi B seluas 394.238
Ha, tipe Hidrotopografi C seluas 23,514.439 Ha, dan tipe Hidrotopografi D seluas
2,360.167 Ha. Dengan kondisi zona hidrotopografi tersebut ditambah dengan
parameter drainabilitas dan keberadaan pirit pada lapisan tanah dihasilkan bentuk
peta satuan lahan yaitu Land Unit I, IV dan V. Land Unit I Seluas 403.710 Ha
dengan kondisi lahan sangat sesuai untuk padi rawa pasang surut, dan sesuai
terbatas palawija dan tanaman keras. Land Unit IV seluas 19367.956 Ha dengan
kondisi lahan sesuai sedang untuk padi irigasi pompa, padi tadah hujan dan
palawija, serta kondisi lahan sesuai terbatas untuk tanaman keras. dan Land Unit V
seluas 6,497.178 Ha dengan kondisi lahan sangat sesuai untuk tanaman keras dan
sesuai sedang untuk padi irigasi pompa dan padi tadah hujan.