Abstract :
Industri kreatif dapat berperan strategis dalam perekonomian nasional,
karena pemerintah berharap industri kreatif dapat menjadi tulang punggung
perekonomian nasional, memberi nilai tambah serta mendukung citra dan budaya
Indonesia. Industri kreatif digital memiliki beberapa permasalahan di Balikpapan
antara lain kurangnya apresiasi industri non kreatif terhadap industri kreatif digital,
ekosistem yang belum terbentuk di Balikpapan, diskriminasi terhadap tenaga kerja
lokal, belum adanya kerjasama yang baik. antara industri kreatif digital dan industri
bukan kreatif di Balikpapan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan
strategi ekonomi kreatif digital yang tepat di kota Balikpapan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat luas seperti Big Data, Software as a Service (SAAS),
pedagang online dan teknologi informasi lainnya. dan usaha kecil (bukan industri
kreatif). Metode yang digunakan untuk mengembangkan industri kreatif digital
antara lain analisis SWOT (Strength Weakness Opportunity Threat) dan
Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa faktor internal yang mempengaruhi faktor kuat adalah pemberian jaminan
layanan kepada konsumen (0,25) dan profesional (0,25), dan faktor lemah adalah
kurangnya penelitian dan pengembangan produk digital (0,12). ). Faktor eksternal
yang mempengaruhi faktor peluang adalah pemasaran produk melalui media sosial
(0,29) dan faktor ancaman adalah banyaknya pesaing dalam industri yang sama
(0,14). Posisi Industri Kreatif Digital di Kota Balikpapan berada di Kuadran II yang
berarti Pertumbuhan dan Pertumbuhan (Intensif dan Penetrasi) dengan skor IFE
(2.756) dan EFE (3.025), sehingga ada strategi yang tepat untuk eksploitasi digital.
Industri kreatif membangun tim penelitian dan pengembangan untuk meneliti pasar
dan menjaga kualitas produk dan layanan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan