Abstract :
Analisis risiko ergonomi perlu dilakukan karena dapat mempengaruhi ketidaknyamanan dan kelelahan otot pada pekerja dengan begitu akan menurunkan kualitas, produktivitas dan menimbulkan masalah kesehatan. Permasalahan risiko ergonomi yang terjadi oleh pekerja Toko Bangunan Bumi Jaya yaitu penggunaan otot tangan yang cukup intensif seperti mengangkat dalam waktu yang lama, pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang dan postur badan dengan posisi tidak alami terutama saat proses membongkar atau memuat bahan bangunan.
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu penelitian ini fokus kepada cara
kerja dan posisi kerja pada seluruh pekerja Toko Bangunan Bumi Jaya dan terdapat
3 aktivitas yang dinilai dalam MFA yaitu pekerja mencari material yang dibutuhkan
konsumen, pekerja mengangkat material dari gudang ke mobil (proses input) dan
pekerja mengangkat dari mobil ke lokasi tujuan (proses output). Tujuan penelitian
ini yaitu mengidentifikasi keluhan rasa sakit pada bagian tubuh yang dialami
pekerja dengan menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) dan mengetahui
tingkat kelelahan otot yang terjadi pada pekerja dengan menggunakan metode
Muscle Fatigue Assessment (MFA) di Toko Bangunan Bumi Jaya. Hasil penelitian
NBM menunjukkan bahwa dari keseluruhan pekerja didapatkan tingkat risiko
rendah sebesar 87,5% dan tingkat risiko sedang didapatkan sebesar 12,5%. Adapun
hasil penelitian menggunakan metode MFA diketahui bahwa prioritas perubahan
yang terjadi pada 4 pekerja saat proses input didapatkan prioritas perubahan sedang
sebesar 27%, prioritas perubahan tinggi sebesar 38% dan prioritas perubahan sangat
tinggi sebesar 33%. Sedangkan, hasil proses output yaitu didapatkan prioritas
perubahan sedang sebesar 16%, prioritas perubahan tinggi sebesar 16% dan
prioritas perubahan sangat tinggi sebesar 66%.