Abstract :
Peran perpustakaan menjadi kunci utama berkembangnya proses pendidikan. Perpustakaan menyimpan nilai keilmuan tinggi untuk berbagai macam referensi. Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memiliki perpustakaan yang beroperasi secara offline, dalam proses perkembangannya memerlukan sistem Perpustakaan secara digital. Pengembangan website perpustakaan ITK menggunakan metode Personal Extreme Programing (PXP) dan pendekatan Microservice. Menggunakan pendekatan Microservice membantu developer lain dalam melakukan pengembangan. Sistem dapat berjalan secara independent, dikarenakan pembagian layanan menjadi bagian kecil yang saling terhubung memungkinkan sistem dapat mengalami pengembangannya sendiri. Selaras dengan alur microservice, service utama pada PXP menjadi tanggung jawab pihak pengembang, proses pengembangan meliputi beberapa tahap. Tahap pengembangan bermula dari Studi Literatur, Requirements, Planning, Iteration Initialization, Design, Implementation, System testing, Retrospective dan User testing. Website perpustakaan ITK memiliki 41 user story dalam proses pengembangannya. Metode PXP bekerja secara berurutan, metode ini mendukung kinerja pendekatan Microservice. Realisasi pendekatan Microservice didukung dengan framework Lumen. Tahap pengujian sistem dilakukan menggunakan JMeter testing, sedangkan tahap validasi User Testing dilakukan oleh product owner. Uji sistem mengambil dua kali pengujian yaitu Load testing dan Stress Testing. Pengujian sistem menggunakan JMeter menunjukkan hasil penggunaan Lumen lebih stabil dibandingkan dengan Laravel, terbukti dengan hasil error Lumen sebesar 10.68% dan Laravel sebesar 30.36%. Selain lebih cepat, Lumen membuat kinerja lebih stabil dalam menangani data atau volume skala besar. Hasil lebih lanjut dipaparkan dalam laporan.