Abstract :
UMKM yang baik adalah UMKM yang bisa berjalan tanpa adanya kendala dan
mempunyai pekerja yang makmur. Namun faktanya dalam suatu usaha pasti memiliki
suatu masalah atau kendala yang terjadi. Masalah pada UMKM sangat bermacammacam,
seperti contohnya masalah penjualan hasil produksi yang menurun. Yang mana
dialami oleh salah satu UMKM Oleh-Oleh makanan khas yaitu UMKM Amplang Navi
Nusantara. UMKM ini memiliki masalah pada tingkat penjualan yang menurun cukup
drastis ketika datang masa pandemi Covid-19 dan perlu membangun strategi untuk
memulihkan kembali hasil penjualan seperti saat sebelum pandemi Covid-19 agar bisa
bertahan untuk jangka yang panjang. Sampel yang digunakan peneliti adalah sebanyak
68 orang, sampel dipilih dengan metode Accidental Sampling. Metode pengolahan data
yang digunakan yaitu IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa UMKM Navi Nusantara berada di kuadran V yaitu (hold and maintain) dengan
saran menggunakan strategi intensif yaitu penetrasi pasar dan pengembangan pasar yang
agresif. Dari usulan strategi yang didapatkan dari matriks SWOT, dilakukan pengambilan
keputusan untuk menentukan alternatif strategi prioritas yang paling tepat untuk
diterapkan oleh UMKM Navi Nusantara dengan menggunakan matriks QSPM.
Didapatkan strategi prioritas yaitu memanfaatkan teknologi dengan menjalin kemitraan
dengan aplikasi ojek online dengan TAS 7,12.