DETAIL DOCUMENT
ANALISIS NILAI KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO DAERAH WELD METAL TERHADAP VARIASI ARUS PENGELASAN KOMBINASI SMAW DAN GTAW DOUBLE V-GROOVE PADA MATERIAL BAJA ASTM A36
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Yoga Mirza, A.U
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General) 
Datestamp
2023-01-24 03:41:33 
Abstract :
Welding (las) adalah merupakan proses penyambungan dua logam atau lebih dengan memanfaatkan panas untuk melelehkan logam induk dapat diberikan tekanan atau tanpa tekanan dan dengan bahan pengisi atau tanpa bahan pengisi akan menghasilkan suatu sambungan yang kontinu. Salah satu industri yang sering sekali menggunakan pengelasan sebagai proses konstruksi nya merupakan industri migas. Salah satunya dalam pembangunan (Storage tank) tangki timbun, pengelasan yang dipergunakan adalah SMAW karena harga pakai yang murah, mudah digunakan, dan portable. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menaikkan nilai sifat mekanik hasil las bisa menggabungkan nya dengan pengelasan gas. Salah satu proses pengelasan yang menggunakan gas ialah GTAW. Pengelasan GTAW menggunakan elektroda berdiameter kecil dan waktu las yang lama memungkinkan menghasilkan hasil las yang halus serta merata dan memudahkan mengerjakan benda kerja dengan ukuran penampang kecil dan terbatas .Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh besar variasi kuat arus pada pengelasan SMAWdan GTAW dengan double v- groove terhadap nilai kuat tarik dan mikro struktur daerah weld metal baja ASTM A36. Dalam penelitian ini menggunakan baja ASTM A36 dan menggunakan pengelasan kombinasi SMAW dan GTAW dengan jenis kampuh double v-groove dengan elektroda SMAW E7016 dan elektroda GTAW ER70S-2. Adapun variasi arus yang digunakan pada pengelasan SMAW yaitu 65 A, 80 A, dan 95 A sedangkan variasi arus GTAW yaitu 100 A, 130 A, dan 160 A.Setelah dilakukan nya penelitian didapatkan nya nilai kekuatan tertinggi pada las SMAW 80 A dan GTAW 130 A sebesar 428.17 Mpa, nilai kekuatan las SMAW 95 A dan GTAW 160 A sebesar 424.62 Mpa, dan terendah didapatkan pada SMAW 65 A dan GTAW 100 A sebesar 320.45 Mpa. Struktur mikro dan ukuran butir yang terbentuk sangat lah dipengaruhi oleh masukan panas yang terus meningkat sejalan dengan semakin tinggi nya arus Struktur mikro yang dihasilkan berupa Ferrite (F), Articular Ferrite (AF), Pearlite (P), dan Grain Boundary Ferrite (GBF). 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan