Abstract :
Serat doyo merupakan serat yang digunakan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan kain tenun ulap doyo yang merupakan baju tradisional masyarakat Dayak Benuaq, pemilihan serat dari daun doyo sebagai bahan tenun dikarenakan ramah terhadap lingkungan, proses pengambilan serat yang tidak terlalu sulit, serta tumbuhan doyo yang mudah sekali ditemukan di daerah-daerah hutan Kalimantan, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh dari penambahan layer dan teknik lipatan terhadap nilai kekuatan tarik material komposit berpenguat serat doyo dengan matrik polyester. Metode pembuatan spesimen yang digunakan yaitu metode hand lay up dengan menggunakan standar ASTM D638-14 tipe 3 dengan variasi teknik lipatan yaitu zigzag dan memutar dan jumlah layer yaitu 3 layer, 5 layer, dan 7 layer. Hasil uji tarik didapatkan nilai kekuatan tarik rata-rata pada variasi 3 layer dengan nilai sebesar 23,83 MPa, nilai kekuatan tarik rata-rata untuk variasi 5 layer sebesar 21,10 MPa, serta nilai kekuatan tarik rata-rata untuk variasi 7 layer sebesar 22,70 MPa. Sedangkan untuk nilai kekuatan tarik rata-rata pada teknik lipatan memutar sebesar 26,64 MPa, dan nilai kekuatan tarik rata-rata pada teknik lipatan zigzag sebesar 22,70 MPa. Hasil uji tarik menunjukan bahwa pada variasi penambahan layer nilai kekuatan tarik mengalami penurunan dan pada teknik lipatan memutar memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan teknik lipatan zigzag.