Abstract :
Ibu Kota Negara (IKN) akan dipindahkan ke lokasi baru yang mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk juga mengakibatkan bertambahnya jumlah permintaan pembangunan salah satunya yaitu pembangunan rumah sederhana tidak bersusun layak huni, pada wilayah kota Samarinda. Dengan menggunakan material lokal berupa pasir Mahakam dan pasir Tenggarong sebagai agregat halus dan kerikil Palu sebagai agregat kasar untuk mengetahui karakteristik dari material lokal tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan; mengetahui karateristik dari pasir Mahakam dan pasir Tenggarong; mengetahui pengaruh variasi agregat pasir Mahakam dan pasir Tenggarong terhadap kuat tekan beton normal; mengetahui pengaruh variasi pasir dengan kuat tekan optimum dan variasi tulangan terhadap kuat lentur beton bertulang; mengetahui potensi pemanfaatan material lokal jika ditinjau dari nilai kuat tekan beton normal, kuat tarik baja tulangan dan kuat lentur beton bertulang, dengan metode perbandingan hasil penelitian terhadap hasil analisis menggunakan aplikasi SAP 2000 pada rumah sederhana tidak bersusun. Untuk karekteristik dari pasir kedua pasir dapat diketahui melalui analisa dari agregat, hasil dari penelitian kuat tekan setiap variasi pada umur 28 hari setelah dikonversikan dan didapatkan nilai kuat tekannya yaitu: S1 dengan f?c 21,29 Mpa; S2 dengan f?c 22,2 Mpa; S3 dengan f?c 23,6 Mpa; S4 dengan f?c 31,6 Mpa; dan S5 dengan f?c 25,6 Mpa, diperoleh kuat tekan paling optimum yaitu pada variasi S4 dengan komposisi pasir Mahakam 30% dan pasir Tenggarong 70%. Dengan menggunakan variasi S4 (nilai f?c paling optimum) didapatkan hasil uji kuat lentur dengan 2 variasi, dan diperoleh hasil uji lentur pada varisi pertama Z1 dengan kuat lentur 16,7 Mpa sedangkan pada variasi Z2 didapatkan nilai kuat lentur 15,1 Mpa.
Kata kunci : agregat, kuat, MPa, pasir, Variasi