Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Shahab, Muhammad Imron Ababil
Subject
GE Environmental Sciences
Datestamp
2021-09-07 03:48:25
Abstract :
Penelitian ini menggunakan serat eceng gondok (Eichornia crassipes) yang merupakan tumbuhan gulma pengganggu yang memiliki kandungan lignoselulosa yaitu lignin 17%, selulosa 60% dan hemiselulosa 8%. Kandungan lignoselulosa eceng gondok yang cukup tinggi kemudian dapat dilakukan ekstraksi selulosa untuk mendapatkan selulosa yang lebih murni. Metode yang digunakan pada ekstraksi selulosa ialah menggunakan larutan NaOH dengan konsentrasi 17,5% dengan variabel rasio serat:NaOH 1:50,1:75,dan 1:100 selama 20 menit. Pengujian yang digunakan pada penelitian ini ialah Chesson Datta, Fourier Transform Infrared (FTIR), Uji tarik serat tunggal, dan Scanning Electron Microscope (SEM). Pengujian Chesson datta digunakan untuk mengetahui hasil kandungan lignoselulosa secara kuantitatif yang didapatkan hasil selulosa yang semakin meningkat yaitu tanpa perlakuan, perlakuan dengan rasio 1:50, 1:75,dan 1:100 secara berturut turut yaitu 33%, 37,6% , 42,2% dan 45,1%. Hasil hemiselulosa mengalami penurunan yaitu 46%, 38,5% 30,7% dan 28,4% sedangkan kandungan lignin mengalami kenaikan kandungan yaitu 3%, 3,2%, 3,9% dan 3,9% Pengujian FTIR digunakan untuk mengetahui kandungan lignoselulosa yakni hemiselulosa dengan C=C Aromatik , selulosa dengan gugus O-H, gugus C-O-C, dan C=C Alkana, serta lignin yang memiliki gugus O-H, C=C Cincin aromatik. Pengujian Uji tarik digunakan untuk mengetahui sifat mekanis serat eceng gondok dimana kekuatan tarik serat semakin meningkat yaitu tanpa perlakuan, perlakuan dengan rasio 1:50, 1:75,dan 1:100 secara berturut turut yaitu, 464 N/mm2, 2059 N/mm2,
2846 N/mm2, 3030 N/mm2. Pengujian SEM terhadap serat eceng godok yaitu semakin meningkatnya rasio serat:NaOH maka menyebabkan permukaan serat eceng gondok semakin tidak rapat akibat degradasi lignin dan membuka permukaan
serat eceng gondok (Eichornia crassipes). Hasil paling optimal yaitu pada perlakuan dengan rasio 1:100 dengan kandungan selulosa 45,1%, hemiselulosa
28,4% dan lignin 3.9% , kekuatan tarik 3030 N/mm2 serta pada hasil SEM memiliki permukaan yang tidak rapat dikarenakan lignin yang larut pada saat proses
alkalisasi semakin banyak seiring meningkatnya rasio serat:NaOH.