Abstract :
Buah cabai rawit merupakan tanaman hortikultura yang memiliki banyak
fungsi, dapat digunakan dalam kebutuhan dapur, dan dapat dijadikan bahan
campuran obat-obatan, serta mengandung banyak gizi. Pembudidayaan cabai
secara nasional yang kurang intensif dan meliputi areal yang luas dapat
menimbulkan perkembangan beberapa jenis hama dan penyakit. Hal tersebut bisa
diatasi dengan menerapkan sistem perlakuan plasma dingin pada buah cabai rawit.
Metode yang paling sering digunakan untuk menghasilkan plasma dingin dengan
cara penerapan medan elektromagnetik yang kuat untuk gas netral yang akan
menginduksi ionisasi. Plasma dingin dapat diperoleh dengan berbagai pelepasan
listrik, salah satunya dengan Dielectric Barrier Discharge (DBD). Suhu yang
dihasilkan plasma dingin mendekati suhu ruang yaitu berkisar antara 25°C ? 100°C.
Untuk pengaplikasian pada lingkungan, biologis, dan biomedis, DBD merupakan
plasma dingin yang paling umum digunakan dikarenakan desainnya yang
sederhana. Pada pengawetan sayuran atau buah dengan menggunakan ozon tidak
akan berpengaruh pada kandungan gizi, karena ozon akan segera menguap. DBD
ini akan menghasilkan plasma dingin dimana dalam plasma dingin tersebut juga
menghasilkan ozon, yang dapat menghilangkan atau membunuh berbagai
mikroorganisme seperti, virus, jamur, dan bakteri patogen. Pada penelitian ini
metode DBD memiliki suhu di rentang 28°C ? 36°C dengan rentang daya 47W ?
49W, dan dapat menjaga ketahanan terhadap pembusukan pada buah cabai rawit
hingga 9 ? 10 hari lamanya.