Abstract :
Daerah pesisir Pantai Lamaru adalah salah satu daerah di Kota Balikpapan
yang memiliki jumlah penduduk yang kian meningkat setiap tahunnya. Seiring
dengan bertambahnya jumlah penduduk pada daerah ini, maka kebutuhan air bersih
juga akan meningkat. Penggunaan air bersih daerah pesisir ini masih memanfaatkan
sumur galian dan bor dengan kedalaman 4-20 meter, terlebih jika musim panas tiba
dan air PDAM mati. Jika ketersediaan air tanah kurang memadai, maka dapat
menimbulkan eksploitasi air tanah secara berlebihan yang akan menyebabkan
terjadinya intrusi air laut. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk
mengetahui kondisi lapisan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas dan
untuk mengetahui sebaran intrusi air laut berdasarkan penampang resistivitas 2D.
Adapun metode geofisika yang digunakan ialah metode resistivitas konfigurasi
Wenner. Prinsip dari metode ini adalah menginjeksikan arus ke dalam lapisan
bawah permukaan melalui elektroda sehingga diperoleh nilai beda potensial untuk
digunakan dalam menentukan nilai resistivitas bawah permukaan. Data yang
diperoleh ialah berupa nilai beda potensial, arus, dan reistivitas semu. Hasil inversi
dengan software RES2DINV akan menggambarkan litologi bawah permukaan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa lapisan bawah permukaan didominasi oleh
lapisan lempung dan lempung pasiran dengan nilai resistivitas 3.12 ? 90.6 ?m
dengan kedalaman ±25 ? 50 m. Berdasarkan data, titik pengukuran lintasan 1 - 3
masih terintrusi oleh air laut dengan cukup kuat karena masih dekat denan bibir
pantai. Namun pada titik pengukuran lintasan 4 ? 6, intrusi yang terjadi sudah
semakin rendah karena telah menjauhi bibir pantai. Selain itu, hal ini diperkuat
dengan adanya data salinitas air sumur warga, yang diketahui bahwa sumur di
lintasan 1 ? 3 berasa payau dan sumur pada lintasan 4 ? 6 merupakan air tawar.