Abstract :
Indonesia merupakan negara dengan potensi gempa bumi dan tsunami yang tinggi. Tsunami merupakan bencana alam yang disebabkan oleh gempa bumi, longsor bawah laut, dan adanya aktivitas gunung berapi bawah laut. Salah satu daerah yang pernah terkena bencana tsunami ialah Kalimantan. Kalimantan timur pernah mengalami kejadian tsunami pada 14 Mei 1921 di daerah Sangkulirang. Tsunami terjadi disebakan oleh gempa bumi. Daerah Kutai Timur dalam kawasan karst Sangkulirang Mangkalihat. Kalimantan Timur perlu dilakukan pengemban penelitian terkait kebencanaan, terutama bencana alam. Dilakukan penelitian potensi tsunami akibat longsor bawah laut dengan parameter slope, selisih kedalaman longsor bawah laut, luas area longsor dan jarak gelincir longsor bawah laut. Tujuan dari penelitian ini mengetahui potensi tsunami berdasarkan longsor bawah laut. Penelitian dilakukan dengan membuat model longsor bawah laut untuk mengetahui potensi tsunami daerah Sangkulirang. Digunakan model longsor bawah laut dengan variasi luas area longsor. Model longsor memiliki parameter nilai slope 8.10, selisihh kedalaman longsor bawah laut -200 meter, jarak gelincir longsor bawah laut 1400 meter. Parameter luas area longsor pada variasi 1 yaitu 12000x7000 meter2 diperoleh nilai maksimal ketinggian gelombang tsunami di tengah laut sebesar 7 meter, di pulau Miang sebesar 7x10-1 meter, dan daerah Sangkulirang sebesar 85x10-1 meter. Variasi 2 luas model longsor yaitu 10000x8000 meter2 diperoleh nilai maksimal ketinggian gelombang tsunami yang di tengah laut sebesar 6 meter, di pulau Miang sebesar 1 x10-1 meter, dan di daerah Sangkulirang sebesar 11x10-2 meter. Variasi 3 luas model longsor yaitu 9000x6000 meter2 diperoleh nilai maksimal ketinggian gelombang tsunami di tengah laut sebesar 4 meter,di pulau Miang sebesar 8 x10-2 meter, dan daerah Sangkulirang sebesar 1x10-2 meter . Dari penelitian ini diketahui potensi tsunami akibat longsor bawah laut daerah Sangkulirang hanya terjadi di laut, dan tidak memiliki potensi tsunami yang masuk ke kawasan Sangkulirang.