Abstract :
Kalimantan memiliki pontensi kayu yang melimpah, sebagai bahan yang mudah diproses sebagai kemajuan teknologi. Kapal tradisional yang dibangun di Kabupaten Penajam Paser Utara hanya menggunakan pengetahuan dan pengalaman generasi perajin. Kayu sebagai material yang digunakan tidak melalui proses pengujian di laboratorium seperti yang dilakukan pada kapal baja dan fiber. Salah satu aspek teknis yang menjadi acuan keselamatan konstruksi adalah kelayakan material kapal Sebagai material utama lambung kapal kayu, kesediaan kayu sangat dibutuhkan dalam jumlah yang sangat besar. Pada salah satu galangan rakyat di Kabupaten Penajam Paser Utara memanfaatkan kayu ulin dan kayu bungur sebagai bahan pembuatan kulit kapal. Perbedaan sifat atau spesifikasi pada sebuah konstuksi, bisa memicu adanya kegagalan stuktur akibat tidak terdistribusinya tegangan dengan baik. Oleh karena itu dilakukan penelitihan investigasi terhadap performa kekuatan terhadap material kayu ulin dan kayu bungur tersebut, dengan mengunakan metode uji tarik untuk mengetahui nilai kekuatan tarik pada kayu ulin dan kayu bungur yang digunakan pada pembangunan kapal kayu di x Kabupaten Penajam Paser Utara. Nilai kekuatan tarik dan pada kayu ulin yang digunakan pada pembangunan kapal kayu di galangan x Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 129.44 Mpa, nilai kekuatan tarik dan pada kayu bunggur sebesar 47.158 Mpa dan perbandingan kekuatan tarik pada kedua jenis material kayu dapat diketehui bahwa kayu ulin memiliki kekuatan tarik lebih besar dari kayu bungur dengan sebesar 174%.
Kata kunci :
Bungur,Kayu,Uji Tarik,Regangan,Tegangan,Ulin