Abstract :
Saat ini konsumsi bahan bakar fosil semakin meningkat sedangkan
cadangan minyak dunia semakin berkurang. Oleh karena itu, penggunaan bahan
bakar terbarukan harus ditingkatkan, termasuk limbah biodiesel dari limbah dan
tempurung kelapa. Pada penelitian ini dilakukan uji eksperimen dengan
menggunakan campuran minyak biodiesel, minyak kelapa dan minyak kelapa.
Sebelum tes mengemudi, viskositas dan densitas bahan bakar diuji dengan nilai
yang diperoleh, yaitu. H. Nilai densitas bahan bakar tertinggi adalah 0,862 g/ml
sedangkan densitas terendah untuk bahan bakar B30 adalah 0,851. GR. /ml nilai
viskositas tertinggi terdapat pada bahan bakar B50 yaitu 4,11 cSt sedangkan nilai
viskositas terendah terdapat pada bahan bakar B30 yaitu 2,3 cSt. Hasil torsi tertinggi
terdapat pada bahan bakar B30 pada putaran 1000 rpm dengan beban 4000 watt
sebesar 9,2026 Nm, sedangkan nilai torsi terendah pada bahan bakar B50 pada
putaran 1000 rpm dengan beban 1000 watt sebesar 3,2101 Nm. Kemudian nilai SFC
terendah untuk bahan bakar B30 pada putaran 1400 rpm dengan beban 3000 watt
didapatkan sebesar 772,170 g/kWh, sedangkan nilai SFC tertinggi untuk minyak
solar pada putaran 1000 rpm dengan beban 1000 watt yaitu sebesar 1591,047
g/kWh. kWh ditemukan. Efisiensi termal tertinggi untuk bahan bakar solar murni
pada putaran 1000 rpm dengan beban 4000 watt sebesar 10,66%, sedangkan
efisiensi terendah untuk bahan bakar B30 pada putaran 1000 rpm dengan beban
1000 watt sebesar 5,215. %. Nilai BMEP tertinggi terdapat pada putaran 1000 rpm
dengan beban 4000 watt sebesar 293,074 kPa, sedangkan nilai terendah pada tabel
bahan B30 terdapat pada putaran 1000 rpm dengan beban 1000 watt sebesar
103,479 kPa. Dari hasil pengujian terlihat bahwa semakin rendah densitas dan
viskositas bahan bakar maka semakin rendah pula peningkatan daya rata-rata mesin
diesel tersebut.
Kata kunci :
Bahan bakar, Biodiesel, Mesin diesel, Minyak