Abstract :
ABSTRAK
Kapal Pinisi adalah kapal kayu tradisional yang berasal dari Bulukumba di
Sulawesi Selatan dan masih menjadi mahakarya masyarakat Indonesia yang
tersebar luas. Kapal pinisi pertama kali dibuat pada abad ke ? 14 ini dulunya
digunakan untuk berdagang dan mengangkut barang, sekarang banyak digunakan
sebagai kapal wisata dengan konsep liveboard tourism. Kapal Pinisi juga diakui
oleh UNESCO sebagai warisan budaya kepulauan Indonesia pada 7 Desember
2017. Secara umum solar cell terbuat dari bahan silikon yang memiliki sifat sangat
baik sebagai penyerap energi pancaran sinar matahari. Energi radiasi matahari
dikonversi menjadi energi listrik. Oleh karena itu, penerapan solar cells sebagai
energi alternatif untuk penerangan pada kapal wisata akan sangat berpengaruh pada
keramahan lingkungan, dan membawa inovasi baru bagi sector pariwiasata serta
industry perkapalan. Penerapan solar cell pada kapal pinisi memiliki tujuan untuk
mengurangi penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil serta untuk mereduksi
tenaga listrik yang disuplai dari generator set. Data radiasi matahari kepulauan
selayar diperoleh dari NASA Surface Meteorology, kemudian dilakukan
perhitungan daya agar mengetahui hasil optimal yang dapat dihasilkan oleh solar
cell. Dengan 10 modul solar cell dapat dihasilkan energi output sebesar 19.48 Kwh
untuk mensuplai kebutuhan listrik penerangan pada kapal pinisi di kepulauan
selayar dengan 4 variasi perhitungan. Variasi pertama mensuplai energi listrik
sebesar 3.77 Kwh, variasi kedua mensuplai energi listrik sebesar 9.584 Kwh, variasi
ketiga mensuplai energi listrik sebesar 3.912 Kwh, dan varisi keempat mensuplai
energi listrik sebesar 0.462 Kwh.
Kata kunci :
Kapal Pinisi, Solar Cell, Energi Listrik, Penerangan.