Abstract :
Kapal kayu tradisional itu memanfaatkan kecepatan aliran air ketika beroprasi
untuk dimanfaatkan sebagai sistem pendingin mesin utama, Kapal tradisional ini
memanfaatkan dorongan aliran air dari propeller dengan menempatkan pipa inlet
dalam pendingin mesin utama kapal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
pipa inlet berbentuk ellips sebagai pemanfaatan aliran buritan kapal tradisional ini.
Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengaruh putaran propeller
terhadap arus air yang terjadi.dan untuk mengetahui putaran propeller tehadap
water inlet pada pipa. Eksperimen numerik diterapkan pada penelitian ini untuk
menganalisa aliran Va terhadap debit air pada kecepatan 1 - 9 knot dan
menggunakan metode Computational Dynamic Fluid (CFD) untuk menganalisa
hasil speed of advance yang optimal untuk menghasilkan kecepatan aliran air
tetinggi pada tiap kasus pengujian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pipa
inlet terhadap kecepatan Va yang paling optimal yaitu 3,85 m/s. Adapun hasil
kecepatan aliran yang dihasilkan pada eksperimen adalah 8,76 m/s pada pipa inlet
luar dan 9,25 m/s pada pipa dalam. Dan perbandingan pada pipa inlet dan outlet
sebesar 0,5 m/s . Maka, dapat disimpulkan bahwa pengaruh kecepatan aliran kapal
terhadap kecepatan Va sangat berpengaruh pada debit air yang dihasilkan. Maka
dari itu perbandingan antara kecepatan aliran dengan debit air untuk sistem
pendingin sebesar 16,96 %. Saran dari hasil penelitian, Memperdalam pengetahuan
terkait jenis konfigurasi yang digunakan dalam analisis simulasi komputasi pada
software CFD. Memperbanyak jumlah meshing agar perhitungan semakin akurat
Dalam pengambilan data dalam penelitian ini, sebaiknya menggunakan prototipe
mesin diesel yang biasa digunakan pada kapal.