Abstract :
Kebutuhan energi Indonesia mengalami peningkatan sepanjang tahun sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk Indonesia. Bahan bakar fosil dapat digantikan dengan biodiesel yang merupakan salah satu biofuel karena ramah lingkungan (biodegradable) dan umumnya terjangkau dari segi biaya produksi, salah satunya biodiesel minyak kelapa. Pada penelitihan kali ini pembuatan biodiesel menggunakan metode transesterifikasi. Bahan bakar diuji nilai viskositas dan densitas maka didapatkan nilai karakteristik biodisel minyak kelapa B30 memiliki nilai densitas sebesar 0.850 gram/cm³ dan B50 memiliki densitas sebesar 0.861 gram/cm³, maka kedua nilai ini masuk dalam SNI, sedangkan B100 memiliki densitas sebesar 0.893 gram/cm³ maka nilai densitas ini belum masuk dalam SNI. Hasil pengujian yang dilakukan pada B30 kandungan Biodiesel menunjukkan nilai 2.31 cSt dan B50 menunjukan nilai 3.22 cSt yang mana nilai ini sesuai dengan standar SNI. Sedangkan jika menggunakan B100 kandungan biodiesel Hasil pengujian menunjukkan nilai 7.02 cSt maka nilai Viskositas ini belum masuk dalam standar SNI. Untuk torsi tertinggi terdapat pada B50 pada putaran 1000 RPM dengan beban 4000 watt bernilai 11.7874 N.m sedangkan nilai torsi terendah terdapat pada B0 pada putaran 1000 RPM dengan beban 1000 watt bernilai 3.9057 N.m. Kemudian nilai efisiensi thermal tertinggi terdapat pada bahan bakar B0 pada putaran 1400 RPM dengan beban 2000 watt bernilai 38% sedangkan nilai efisiensi thermal terendah terdapat pada bahan bakar B30 pada putaran 1000 RPM dengan beban 1000 watt bernilai 15%. Nilai SFC tertinggi terdapat pada bahan bakar B0 pada putaran 1000 RPM pada beban 1000 watt bernilai 546.777 gr/kWh, sedangkan nilai SFC terendah terdapat pada bahan bakar B0 pada putaran 1400 RPM pada beban 2000 watt bernilai 261.124 gr/kWh. Hasil Pengujian menujukkan bahwa kinerja rata-rata mesin diesel meningkat seiring dengan penurunan densitas dan viskositas bahan bakar.
Kata kunci :
Bahan Bakar, Biodesel, Densitas, Mesin Diesel, Viskositas.