Abstract :
Kelapa merupakan salah satu tumbuhan yang sejenis palm. Pohon kelapa banyak tumbuh subur di beberapa Negara salah satunya di Indonesia. Buah kelapa banyak di manfaatkan untuk kehidupan sehari hari baik itu dalam bidang pangan maupun di dunia industri. Mulai dari ujung daun sampai akar semua dapat di manfaatkan. Salah satu bagian dari kelapa yang dapat di manfaatkan adalah sabuk kelapa. Selain jumlahnya yang melimpah bahan sabuk kelapa dapat di kategorikan sebagai serat alam. Penelitian terkait penggunaan serat alam sebagai bahan paduan komposit sangat marak di lakukan karena lebih gampang ter urai di bandingkan komposit sintetik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kekuatan tarik dan kekuatan tekuk sabuk kelapa sebagai bahan komposit untuk material lambung kapal. Metode yang di gunakan adalah eksperimen dengan memvariasikan sudut anyaman sabuk kelapa sebesar 45º dan 90º. Hasil penelitian menunjukkan nilai untuk rata-rata hasil pengujian tarik yaitu komposit berpenguat serat sabuk kelapa ayaman 45º dengan nilai sebesar 8,003 MPa dan serat sabuk kelapa ayaman 90º dengan nilai sebesar 5,475 MPa. Sedangkan nilai untuk rata-rata hasil pengujian bending yaitu komposit berpenguat serat sabuk kelapa ayaman 90º dengan nilai sebesar 33,299 MPa dan komposit serat sabuk kelapa anyaman 45º dengan nilai sebesar 50,273 MPa. Dari hasil pengujian tarik dan pengujian bending menunjukan bahwa serat sabuk kelapa belum layak digunakan sebagai serat penguat pengganti serat fiberglass dalam pembuatan kulit lambung kapal karena belum memenuhi nilai standar persyaratan yang disyaratkan oleh pihak Biro Klasifikasi Indonesia.
Kata kunci; Serat kelapa, Uji Tarik, Uji Tekuk, Komposit