Abstract :
Kabupaten Kutai Kartanegara kaya akan potensi daya tarik wisata alam, budaya maupun khusus atau buatan, terlebih sudah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK) dengan pengembangan produk pariwisata sejarah kerajaan di daerah yang terintegrasi dengan destinasi pariwisata unggulan provinsi dan nasional. Namun, terjadinya penurunan jumlah kunjungan wisatawan yang diakibatkan oleh standar pelayanan yang belum sesuai dan infrastrukur yang belum memadai serta kurangnya informasi sehingga kemudahan akses dan kenyamanan wisatawan tidak terpenuhi. Oleh karena itu diperlukan penelitian terkait pengembangan wisata budaya. Pengembangan wisata dengan pemanfaatan TIK memberikan pelayanan yang maju dan inovatif melalui penerapan Smart Tourism. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesiapan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten (KSPK) Tenggarong-Muara Kaman dalam pengembangan daya tarik wisata budaya dengan menerapkan Smart Tourism. Penelitian ini merupakan penelitian campuran (kualitatif dan kuantitatif). Teknik pengumpulan data berupa kuesioner, observasi lapangan, survei data sekunder dan wawancara. Adapun teknik analisis data menggunakan AHP untuk mengetahui bobot variabel smart tourism dan skoring untuk mengetahui tingkat kesiapan smart tourism pada KSPK Tenggarong-Muara Kaman. Hasil penelitian menunjukkan bobot setiap variabel smart tourism di KSPK Tenggarong ? Muara Kaman secara berurutan adalah aksesibIlitas (42,4%), industri pariwisata (17,7%), kelembagaan pariwisata (11,4%), destinasi pariwisata (8,9%), pemasaran pariwisata (7,5 %), layanan pariwisata (6,5%) dan infrastruktur pariwisata (5,6%). Analisis tingkat kesiapan penerapan smart tourism pada KSPK Tenggarong-Muara Kaman yaitu 2.347 dan dinyatakan agak siap, dengan 1 objek wisata pada tingkat kesiapan tidak siap dan 9 objek wisata pada tingkat kesiapan agak siap.