Abstract :
Kabupaten Penajam Paser Utara lebih tepatnya terletak di Desa kayu api
yang dikenal sebagai daerah pengrajin kapal kayu tradisional jenis kapal ikan,
namun masih banyak kapal kayu yang diproduksi tanpa memperhatikan kaidah
maupun aturan perhitungan yang sesuai dengan ilmu perkapalan, sehingga
dilakukan kajian teknis terkait hubungan antara bentuk lambung kapal kayu
terhadap hambatan kapal agar kapal kayu yang diproduksi dapat
mempertimbangkan aspek teknis yang sesuai dengan prinsip spiral desain kapal.
Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai hambatan kapal yang
sesuai dengan bentuk eksisting di lapangan, dan bagaimana pengaruh perubahan
bentuk lambung (hull) terhadap nilai hambatan kapal. Dalam proses perhitungan
hambatan kapal yaitu dengan menggunakan metode perhitungan Holtrop dengan
bantuan sofware maxsurf. Adapun hasil perhitungan yang didapatkan pada
kecepatan 9 knot pada model 1 LCB (Longgitudinal Centre of Bouyancy) 8,414M
membutuhkan tahanan sebesar 7.5 kN dan power kapal sebesar 62,469 Hp, model
2 LCB 8,464M sebesar 7.3 kN dan power kapal sebesar 60,734 Hp, model 3 LCB
8,514M sebesar 7.4 kN dan power kapal sebesar 61,293 Hp, model 4 LCB
8,564M sebesar 7.3 kN dan power kapal sebesar 60,035 Hp, dan model 5 LCB
8,614M sebesar 7.1 kN dan power kapal sebesar 58,986 Hp. Dan dari hasil
modifikasi tersebut didapatkan bentuk lambung yang paling optimal yaitu terletak
pada modifikasi lambung model 5 LCB 8,614M dengan tingkat perubahan
penurunan hambatan kapal sebesar 3,8%.
Kata kunci : Lambung, LCB, Holtrop, Hambatan, Power