DETAIL DOCUMENT
PRIORITAS DIMENSI SAFETY CULTURE PADA PERUSAHAAN INDEPENDENT INSPECTION AND CERTIFICATION SERVICES (STUDI KASUS: PT KERANTEK INDONESIA)
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Minggus, Chenny Azalia Eka Putri
Subject
AI Indexes (General) 
Datestamp
2023-07-07 06:46:31 
Abstract :
PT Kerantek Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang independent inspection and certification services. PT Kerantek Indonesia pernah terjadi kecelakaan kerja yang disebabkan oleh human error dari pekerjanya sehingga menambah waktu pengerjaan dan mempengaruhi produktivitas. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui prioritas strategi dalam menerapkan safety culture pada PT Kerantek Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) yang menganalisis terhadap tiga aspek kriteria yaitu aspek psikologis, aspek perilaku, dan aspek situasional dengan sub kriteria yang didapatkan dari penelitian terdahulu dan di validasi oleh expert sesuai kondisi di perusahaan. Alternatif yang digunakan terdiri atas sembilan dimensi yaitu komitmen/sikap manajemen, kompetensi/pengetahuan/pendidikan pekerja, partisipasi dan keterlibatan keselamatan pekerja, pengawasan dan audit keselamatan, peralatan dan alat kerja serta alat pelindung diri (APD), pelatihan dan budaya pelaporan insiden/ pertukaran informasi, kepatuhan dan pelaksanaan peraturan /kebijakan keselamatan, investigasi kecelakaan dan kesiapsiagaan, dan tekanan/situasi/bahaya lingkungan. Sumber data yang diperoleh dari hasil kuesioner yang diisi oleh expert perusahaan yang berjumlah tiga orang. Hasil penelitian ini diharapakan dapat membantu perusahaan dalam menyusun program dalam meningkatkan penerapan safety culture PT Kerantek Indonesia dengan melihat prioritas tertinggi dari aspek kriteria, sub kriteria serta alternatif mengenai safety culture. Hasil dari penelitian ini ialah urutan prioritas kriteria aspek safety culture PT Kerantek Indonesia adalah aspek perilaku (B), aspek situasional (C), dan aspek psikologis (Ps), serta urutan alternatif yaitu dimensi safety culture yaitu kompetensi/ pengetahuan/ pendidikan pekerja, partisipasi dan keterlibatan keselamatan pekerja, komitmen/ sikap manajemen perusahaan, tekanan/ situasi/ bahaya lingkungan, investigasi kecelakaan dan kesiapsiagaan, kepatuhan dan pelaksanaan peraturan/kebijakan keselamatan, pelatihan dan budaya pelaporan insiden/ pertukaran informasi, melakukan pengawasan serta audit tentang keselamatan, dan peralatan dan alat kerja serta alat pelindung diri (APD). 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan