DETAIL DOCUMENT
PEMODELAN SISTEM KETERSEDIAAN DAGING SAPI DI KOTA BALIKPAPAN MENGGUNAKAN METODE SISTEM DINAMIK - Submit Jurnal/Seminar
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Kamagi, Kan Grizzel Angelica Fortunius
Subject
H Social Sciences (General) 
Datestamp
2023-07-13 03:49:28 
Abstract :
Daging merupakan bahan pangan yang penting dalam memenuhi kebutuhan gizi, khususnya protein hewani. Daging sapi yang termasuk salah satu jenis daging ruminansia adalah satu dari sebelas Bahan Pangan Pokok (bapok) harus dijaga ketersediaannya oleh pemerintah untuk menghindari adanya krisis pangan, lonjakan harga, atau permasalahan lainnya. Jumlah daging sapi impor yang menunjukkan grafik eksponensial pada tahun 2016-2019 menunjukkan prediksi bahwa jumlah daging sapi impor akan terus bertambah drastis setiap tahunnya sedangkan jumlah daging sapi lokal yang cenderung menurun. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan memprediksi akan terjadi peningkatan penduduk pendatang hingga 20000 jiwa pada setiap tahunnya karena adanya IKN, hal ini dapat menyebabkan peningkatan permintaan terhadap daging sapi. Berdasarkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB), pada tahun 2021, angka stunting menyentuh hingga 17% dan meningkat pada tahun 2022 menjadi 19%, sedangkan target nasional angka stunting adalah sebesar 14%, sehingga untuk mengurangi risiko tersebut adalah dengan meningkatkan konsumsi protein hewani, seperti daging sapi. Faktor yang mempengaruhi ketersediaan daging sapi di Kota Balikpapan adalah ketersediaan daging sapi lokal dan impor, konsumsi, kelangkaan, dan demografi penduduk. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan simulasi sistem dengan metode sistem dinamik sehingga dapat menggambarkan sistem yang kompleks mengenai ketersediaan daging sapi di Kota Balikpapan. Berdasarkan skenario yang telah dikembangkan, kebijakan efektif yang dapat dilakukan untuk menjaga ketersediaan daging sapi di Kota Balikpapan adalah dengan meningkatkan fraksi pakan sapi sebesar 15% dan meningkatkan laju kedatangan daging sapi impor sebesar 10%. Namun, perlu adanya kebijakan intervensi dari pemerintah untuk meningkatkan produksi daging sapi lokal yang diprediksi semakin menyusut dan meminimalkan jumlah daging sapi impor yang mendominasi dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi daging sapi penduduk Kota Balikpapan 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan