DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PRIORITAS HARMONIZED SAFETY CULTUR MODEL (HSCM) DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PT. BARA MULTI LUMINTU
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Sarlawati, Meisy
Subject
HD61 Risk Management 
Datestamp
2023-07-13 05:27:59 
Abstract :
PT Bara Multi Lumintu merupakan salah satu perusahaan pertambangan batu bara di pulau Kalimantan yang memiliki visi menerapkan keselamatan mendekati zero incident, akan tetapi pada kenyataannya masih terdapat accident yang terjadi pada perusahaan seperti tanggal 25 December 2022 terjadi tabrakan antara dump truck DT08 dengan truck center PS 112 hingga lampu depan rusak yang disebabkan karena kelalaian pengemudi, 30 Januari 2023 driver DT pada posisis manuver tidak memperhatikan area sekitar hingga safety lahan tersangkut dan lepas, 6 Februari 2023 terjadi kecelakaan antara dump truck yang disebabkan dikarenakan kondisi luas jalan dan kelalaian pengemudi yang menyebabkan bamper dan lampu dengan rusak. Oleh karena itu perlunya penerapan budaya keselamatan yang tepat untk mengurangi unsafe action, karena 80% incident dan accident terjadi akibat prilaku atau tindakan tidak aman.Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan budaya keselamatan berdasarkan Harmonized Safety Culture Modle (HSCM) pada pertambangan PT Bara Multi Lumintu guna menciptakan keselarasan budaya keselamatan yang relevan dan terstruktur. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pareto dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini adalah sub kriteria dan alternatif yang relevan pada bidang pertambangan yang diambil dari HSCM dan dieliminasi menggunakan pareto, dan menghasilkan urutan tingkat kepentingan atau prioritas kriteria, sub kriteria dan alternatif menggunakan AHP. Hasil pada eliminasi pareto didapatkan 31 sub kriteria yang relevan pada PT Bara Multi Lumintu. Berdasarkan hasil perhitungan Analitical Hierachy Process (AHP) didapatkan kriteria yang paling diprioritaskan adalah IR dengan bobot 22,12%; LR dengan bobot 21.88%; dan PI dengan bobot 14,12%. Urutan tingkat prioritas pada masing-masing kriteria tersebut yaitu IR.1 58,15%; IR.3 23,58%; IR.2 18,28%; LR.3 42,78%; LR.4 29,73%; LR.1 17,97%; LR.2 9,52%; PI.1 44,84%; PI.3 37%; PI.2 18,17%. Pada alternatif didapatkan prioritas utama adalah A4, A3, dan A2 dengan masing-masing bobot secara berturut-turut yaitu 18,47%; 14,98%; dan 14,35%. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan