Abstract :
PT Bara Multi Lumintu merupakan salah satu perusahaan pertambangan batu bara
di pulau Kalimantan yang memiliki visi menerapkan keselamatan mendekati zero
incident, akan tetapi pada kenyataannya masih terdapat accident yang terjadi pada
perusahaan seperti tanggal 25 December 2022 terjadi tabrakan antara dump truck
DT08 dengan truck center PS 112 hingga lampu depan rusak yang disebabkan
karena kelalaian pengemudi, 30 Januari 2023 driver DT pada posisis manuver tidak
memperhatikan area sekitar hingga safety lahan tersangkut dan lepas, 6 Februari
2023 terjadi kecelakaan antara dump truck yang disebabkan dikarenakan kondisi
luas jalan dan kelalaian pengemudi yang menyebabkan bamper dan lampu dengan
rusak. Oleh karena itu perlunya penerapan budaya keselamatan yang tepat untk
mengurangi unsafe action, karena 80% incident dan accident terjadi akibat prilaku
atau tindakan tidak aman.Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan budaya
keselamatan berdasarkan Harmonized Safety Culture Modle (HSCM) pada
pertambangan PT Bara Multi Lumintu guna menciptakan keselarasan budaya
keselamatan yang relevan dan terstruktur. Metode yang digunakan pada penelitian
ini yaitu pareto dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini
adalah sub kriteria dan alternatif yang relevan pada bidang pertambangan yang
diambil dari HSCM dan dieliminasi menggunakan pareto, dan menghasilkan urutan
tingkat kepentingan atau prioritas kriteria, sub kriteria dan alternatif menggunakan
AHP. Hasil pada eliminasi pareto didapatkan 31 sub kriteria yang relevan pada PT
Bara Multi Lumintu. Berdasarkan hasil perhitungan Analitical Hierachy Process
(AHP) didapatkan kriteria yang paling diprioritaskan adalah IR dengan bobot
22,12%; LR dengan bobot 21.88%; dan PI dengan bobot 14,12%. Urutan tingkat
prioritas pada masing-masing kriteria tersebut yaitu IR.1 58,15%; IR.3 23,58%;
IR.2 18,28%; LR.3 42,78%; LR.4 29,73%; LR.1 17,97%; LR.2 9,52%; PI.1
44,84%; PI.3 37%; PI.2 18,17%. Pada alternatif didapatkan prioritas utama adalah
A4, A3, dan A2 dengan masing-masing bobot secara berturut-turut yaitu 18,47%;
14,98%; dan 14,35%.