DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PENGARUH VARIASI MEDIA PENDINGIN HARDENING TERHADAP KEKERASAN, KEAUSAN PAHAT HSS, DAN KEKASARAN PERMUKAAN ST41 PADA PROSES PEMBUBUTAN-Submit Jurnal/Seminar
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Purwo, Yafito Nur
Subject
TJ Mechanical engineering and machinery 
Datestamp
2023-07-13 03:32:39 
Abstract :
Pahat diperlukan untuk proses pembubutan yang digunakan untuk menyayat benda kerja, sifat yang harus dimiliki pahat yaitu harus lebih keras dibandingkan benda kerja, pahat HSS (High Speed Steel) merupakan baja karbon tinggi dan tahan terhadap temperatur tinggi tanpa menjadi lunak. Terdapat tahapan heat treatment dalam upaya untuk meningkatkan kekerasan, keausan dan kekuatan pahat dapat dilakukan dengan proses yaitu pemanasan awal, pemanasan lanjut, holding time pemanasan, dan pendinginan. Kekerasan pada pahat dapat meningkat tergantung dari temperatur heat treatment, holding time, dan media pendingin serta laju pendinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin oli SAE 20, SAE 30, dan SAE 40 heat treatment hardening pahat HSS terhadap struktur mikro, kekerasan pahat, keausan pahat, dan kekasaran permukaan baja pada proses pembubutan. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan proses heat treatment pahat HSS, melakukan pengamatan struktur mikro pahat, pengujian kekerasan pahat. Proses selanjutnya pembubutan pada baja, dengan pengukuran keausan pahat sebelum dan sesudah proses pembubutan dan pengujian kekasaran permukaan baja. Setelah dilakukan seluruh proses pengujian bahwa variasi media pendingin oli SAE berpengaruh terhadap kekerasan pahat, struktur mikro pahat, keausan pahat, dan kekasaran permukaan pada baja ST41. Pada media pendingin dengan viskositas oli yang tinggi akan menghasilkan fasa martensit yang lebih banyak sehingga juga memiliki kekerasan yang tinggi, dan keausan dan kekasaran permukaan yang kecil, dan sebaliknya pada viskositas oli yang rendah akan menghasilkan fasa martensit yang lebih rendah sehingga kekerasan yang lebih kecil, serta keausan dan kekasaran permukaan yang lebih besar. Struktur mikro, kekerasan pahat tertinggi, keausan dan kekasaran permukaan terkecil didapatkan pada variasi media pendingin oli SAE 40 yaitu menghasilkan struktur mikro dengan fasa martensit yang paling banyak dengan kekerasan 50,86 HRC dan 0,003 gram keausan, 2,966 ?m kekasaran. Sedangkan struktur mikro, kekerasan pahat terkecil, keausan dan kekasaran permukaan yang terbesar didapatkan pada variasi media pendingin oli SAE 20 yaitu menghasilkan struktur mikro dengan fasa martensit yang paling rendah dengan kekerasan 47,24 HRC dan 0,005 gram keausan, 3,991 ?m kekasaran. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan