DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PENGARUH VARIASI ARUS HASIL PENGELASAN GMAW PADA PROSES HARDFACING TERHADAP NILAI KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA ASTM A36
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Sigalingging, Ricard
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2023-12-27 02:38:54 
Abstract :
Pengelasan pada dasarnya adalah sebuah teknik penyambungan logam yang dilakukan saat logam berada pada fasa cair dengan memerlukan bantuan energi panas pada proses penyambungan logam. Proses pengelasan ini berlangsung dengan cara melehkan elektroda las pada logam substrat dengan menggunakan busur listrik untuk menghasilkan material di bagian atas substrat. Dalam pengelasan juga terdapat beberapa metode salah satunya adalah metode hardfacing, di mana logam dasar di lapisi oleh satu atau lebih lapisan dengan logam lainnya yang menghasilkan dimensi atau ukuran yang berbeda. Hardfacing merupakan hasil logam las yang memiliki nilai kekerasan dan menghasilkan ketahanan aus yang tinggi dan sangat memungkinkan diaplikasikan pada kondisi tertentu. Pada penelitian ini, digunakan metode hardfacing sebagai penambahan daging pada baja ASTM A36 menggunakan metode pengelasan Gas Metal Arc Welding (GMAW) dengan menggunakan variasi arus antara lain 110 A, 130 A, dan 150 A. Selanjutnya, hasil pengelasan hardfacing akan dilakukan analisis dengan melakukan dua pengujian yaitu pengujian tarik untuk mengetahui kekuatan tarik yang dihasilkan setelah dilakukan penebelan pada spesimen dan struktur mikro (metalografi) untuk mengetahui struktur mikro yang dihasilkan pada spesimen uji setelah dilakukan pengelasan hardfacing. Dari penelitian ini terdapat perbedaan nilai kekuatan tarik. Nilai rata ? rata kuat tarik variasi arus 110 A adalah 556,09 ????/????????2 , nilai rata ? rata kuat tarik variasi 130 A adalah560,78 ????/????????2 , dan nilai rata ? rata kuat tarik variasi 150 A adalah 579,75 ????/????????2 . Kemudian didapatkan presentase fasa daerah weld metal hasil analisis struktur mikro variasi arus 110 A yaitu, fasa ferrite sebesar 83,612 % dan fasa pearlite sebesar 16,388 %. Untuk variasi arus 130 A, didapatkan presentase fasa ferrite sebesar 85,506 % dan fasa pearlite sebesar 14.494 %. Untuk variasi arus 150 A, didapatkan presentase fasa ferrite sebesar 86,181 % dan fasa pearlite sebesar 13,819 % 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan