Abstract :
Kemajuan teknologi yang pesat telah membawa perubahan signifikan pada adaptasi
masyarakat terhadap informasi digital. Hasil survei Indeks Masyarakat Digital
Indonesia (IMDI) menunjukkan peningkatan adaptasi yang tercermin dalam
kenaikan nilai dari 37,80 pada tahun 2022 menjadi 43,18 pada tahun 2023 atau
meningkat sebesar 16%. Permasalahan pemberdayaan masyarakat yang rendah,
terutama dalam pengembangan keterampilan digital, tetap menjadi tantangan yang
perlu diatasi. Pembelajaran daring menjadi solusi menjanjikan untuk mendorong
pemberdayaan digital, khususnya di bidang teknologi informasi. Tantangan dalam
pembelajaran pemrograman, seperti ketergantungan pada perangkat keras dan
perangkat lunak tertentu, menghambat aksesibilitas yang lebih luas. Validitas
sertifikat pembelajaran daring juga menghadapi ancaman pemalsuan yang merusak
kepercayaan pada kredensial digital. Teknologi blockchain muncul sebagai solusi
kuat untuk mengamankan sertifikasi pembelajaran daring. Sifat blockchain yang
tidak dapat diubah dan terdistribusi memastikan integritas data serta meningkatkan
transparansi dalam proses sertifikasi. Penelitian ini berfokus pada pengembangan
sistem sertifikasi berbasis blockchain dalam aplikasi pembelajaran pemrograman
daring. Penggunaan metode waterfall dalam pengembangan sistem mendukung
evaluasi efektivitas teknologi blockchain dalam mengamankan sertifikasi
penyelesaian kursus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan
kepercayaan dan keandalan pada sertifikasi daring, sekaligus berkontribusi pada
pemberdayaan digital masyarakat Indonesia di bidang teknologi informasi.