Abstract :
Berdasarkan observasi, kondisi timbulan sampah di Kota Samarinda menunjukkan
bahwa masih banyak masyarakat yang membuang sampah di luar jam pembuangan
yang ditetapkan dan tidak pada tempat yang disediakan. Akibatnya, sampah yang
menumpuk di sekitar Tempat Pembuangan Sampah (TPS) meluber dan mengalir
hingga ke jalan. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, maka akan muncul masalah
seperti bau tidak sedap, gangguan kesehatan, pencemaran tanah dan udara, serta
potensi banjir. Pengelolaan sampah yang buruk bisa berdampak buruk bagi
masyarakat, mulai dari aspek kesehatan hingga estetika dan risiko banjir. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat Samarinda terhadap
penanganan sampah dan mengidentifikasi dimensi yang mempengaruhi kepuasan
tersebut. Metode Service Quality digunakan karena mampu mengevaluasi kualitas
layanan dalam berbagai aspek (Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance,
Empathy). Metode ini memberikan gambaran yang jelas mengenai persepsi dan
harapan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Hasilnya, tingkat kepuasan
masyarakat Kota Samarinda berada pada nilai 1,28 yang menunjukkan kepuasan
secara umum, meskipun masih ada beberapa keluhan yang belum terselesaikan
dengan baik. Dimensi yang paling berpengaruh terhadap kepuasan adalah
Responsiveness dengan nilai tertinggi, yaitu 1,64