Abstract :
UMKM RN merupakan usaha yang bergerak pada bidang industri makanan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, UMKM RN memiliki kendala dalam pengadaan bahan baku yang mempengaruhi hasil produksi sehingga tidak tercapainya dari satu tahun hanya 2 bulan yang mencapi target produksi amplang. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pengukuran kinerja supply chain management untuk mengidentifikasi indikator kinerja yang dapat meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan produksi amplang. Pengukuran dilakukan dengan metode SCOR dan ANP. Metode SCOR mencakup lima proses inti, yaitu plan, source, make, deliver, dan return, sedangkan metode ANP digunakan untuk pembobotan prioritas perbaikan pada setiap indikator kinerja. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya 29 indikator kinerja, dengan sistem monitoring kinerja mencapai 56%. Hal ini mengidentifikasi kinerja SCM UMKM RN masih berada di tingkat rata-rata dan memerlukan perbaikan. Indikator yang perlu diperbaiki adalah ketepatan target produksi amplang dalam satu kali produksi dan persentase bahan baku ikan yang rusak. Sebagai upaya perbaikan, disarankan diversifikasi pemasok, pemeliharaan mesin secara rutin, pengelolaan stok bahan baku dengan memperkirakan musim sulit, serta peningkatan koordinasi dengan pemasok untuk memastikan pengiriman tepat waktu.