Abstract :
Kalimantan merupakan penghasil kayu bulat terbesar kedua di Indonesia sejak tahun 2022. Kayu merupakan material alami yang mampu terurai sempurna tanpa menghasilkan limbah. Maka dari itu perlu dilakukan inovasi untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada salah satunya adalah penerapan balok kastela. Balok kastela memiliki tinggi 40-60% dari balok biasa, akibatnya terjadi peningkatan momen inersia yang berdampak pada penambahan kapasitas kekuatan lentur. Sejumlah penelitian telah banyak dilakukan guna membandingkan kinerja balok kastela, namun mayoritas penelitian hanya fokus pada kinerja balok kastela pada baja. Oleh karena itu, diperlukan
inovasi dengan memanfaatkan material lain, yaitu kayu laban yang banyak ditemui di Kalimantan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat mekanis material kayu laban dimensi benda uji yang direkomendasikan dari hasil analisis elemen hingga, membandingkan perilaku mekanis kayu laban berupa kuat lentur, beban dan lendutan, dan pola keruntuhan balok kastela dari hasil analisis elemen hingga
dengan eksperimental di laboratorium. Penelitian ini dimulai dari mengetahui nilai sifat mekanis kayu laban berupa kuat tarik, kuat tekan, kuat geser, dan kuat lentur. Dari hasil
pengujian mekanis kemudian dilakukan analisis elemen hingga dengan software
Abaqus CAE dan diperoleh dimensi profil balok kastela bukaan diamond yang direkomendasikan yaitu 117.20.15.20 mm dengan tinggi bukaan 40 mm dan lebar 104 mm. Hasil pengujian kuat lentur pada balok kastela bukaan diamond diperoleh ratarata sebesar 23,03 N/mm2 dengan beban maksimum yang dapat ditahan sebesar 16380,8 N/mm2 dengan lendutan sebesar 59,7 mm. Kemudian dilakukan perbandingan antara balok kastela dari hasil eksperimental di laboratorium dengan analisis elemen
hingga dengan balok profil I biasa. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa balok kastela dari analisis elemen hingga tidak terlalu berbeda dengan hasil eksperimental, sedangkan perbandingan antara balok kastela dengan balok profil I biasa menghasilkan kesimpulan bahwa balok kastela memiliki kuat lentur lebih tinggi dibandingkan dengan balok profil I biasa.