Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Hanifatuzzuhro, Retno Lelly Winda
Subject
H Social Sciences (General)
Datestamp
2025-01-08 05:28:30
Abstract :
Jumlah penduduk umumnya terus meningkat seiring berjalannya waktu. Kepadatan wilayah Jakarta menjadi salah satu alasan mengapa Ibu Kota Negara dipindahkan dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Timur dengan adanya Ibu Kota Nusantara sebagai pertimbangan pemerintah dalam perencanaan pembangunan di Kalimantan Timur terkhusus dalam menghadapi era baru sebagai Ibu Kota Negara sekaligus dalam merealisasikan visi Indonesia Emas 2045 sebagai Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), Double Exponential Smoothing dan Trend Analysis. Ketiga metode tersebut dicari metode terbaik dengan melihat akurasi peramalan dan kemudian metode tersebut digunakan untuk meramalkan hingga Tahun 2045. Berdasarkan hasil diketahui bahwa metode terbaik untuk meramalkan jumlah penduduk yaitu dengan menggunakan metode Double Exponential Smoothing dengan ?=0,10 dan ?=0,31 dibuktikan dari hasil nilai MAPE sebesar 0.176, nilai RMSE sebesar 9.165 dan nilai R2 sebesar 0.97 atau 97%. Metode tersebut digunakan untuk meramalkan jumlah penduduk Kalimantan timur dengan 3 skenario. Skenario 1 menunjukkan pertumbuhan penduduk yang stabil dan bertahap dari tahun 2024 hingga 2045. Jumlah penduduk meningkat secara linear, mencerminkan kondisi normal tanpa adanya lonjakan akibat migrasi atau dampak pembangunan besar-besaran. Skenario 2 menunjukkan peningkatan jumlah penduduk yang lebih cepat, terutama setelah tahun 2025. Skenario 3 menunjukkan pertumbuhan penduduk yang lebih moderat dibanding proyeksi dengan skenario 2, tetapi masih menunjukkan peningkatan yang cukup besar dibanding skenario 1.