Abstract :
Kanker serviks merupakan penyakit yang menempati posisi tertinggi sebagai penyakit yang menyerang kaum hawa. Diketahui Indonesia didapatkan sebesar 1,4 per 1.000 penduduk serta merupakan penyebab kematian nomor 7 dari seluruh penyebab kematian. Tingginya angka yang disebabkan oleh kanker leher rahim dapat dicegah apabila wanita dewasa memiliki pengetahuan dan menyadari bahwa kanker leher rahim merupakan salah satu penyakit yang mematikan. Penelitian ini mengusulkan algoritma klasifikasi tingkat keganasan sel kanker serviks berdasarkan data SipakMed menggunakan metode Transfer Learning. Proses ini diawali dari memilih dataset citra medis yang sudah dilabeli, misalnya gambar sel kanker serviks. Data gambar tersebut diproses dengan langkah seperti resize image, normalisasi nilai pixel, dan augmentasi image. Selanjutnya, dilakukan pengujian dengan tiga model pre-trained yaitu EfficientNetV2, InceptionV3, dan Xception. Dalam tahapan fine-tuning, beberapa layer dipertahankan dan pelatihan menggunakan dataset untuk menyesuaikan task model ke dalam task klasifikasi. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, diperolah perbandingan akurasi EfficientNetV2, InceptionV3, dan Xception yang memiliki kelebihan serta kekurangan. Pada model InceptionV3 dan Xception didapatkan nilai akurasi yang cukup tinggi dibandingkan dengan EfficientNetV2. Pada
model EfficientNetV2 mengalami kendala dalam mencapai nilai akurasi yang diinginkan, dimana hanya mencapai sekitar 50%. Ada beberapa faktor penyebab yaitu pengaturan hyperparameter yang kurang tepat, ukuran dataset yang terbatas, atau pada proses fine-tuning. Secara keseluruhan, Xception dan InceptionV3 lebih unggul dalam klasifikasi kanker serviks dibandingkan dengan EfficientNetV2.
Kata kunci: Serviks, EfficientNet V2, Inception V3, Xception