Abstract :
Dalam sebuah kostruksi bangunan dinding tidak luput dari perhatian dikarenakan dinding merupakan bahan penyusun suatu bangunan yang jumlah penyusunnya cukup banyak. Batako menjadi salah satu opsi yang ekonomis dan cukup kokoh sebagai bahan konstruksi. Perkebunan karet merupakan salah satu perkebunan yang cukup berkembang di Indonesia. Getah karet adalah produk utama dari tanaman karet sedangkan pemanfaatan bagian lain karet masih kurang bahkan hanya terbuang sia-sia. Pada penelitian ini dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan cangkang biji karet sebagai subtitusi agregat halus pada bahan konstruksi dinding dengan kuat tekan rata-rata 25 kg/cm2 sesuai dengan mutu IV, dengan variasi cangkang biji karet sebagai pengganti agregat halus 10%, 15%, 20%, 25% dan di uji pada 56 hari. Dengan komposisi 1:3 pada setiap variasi diapatkan hasil secara berturut-turut 27.58 Mpa, 20.41 Mpa, 16.26 Mpa dan 12.16 Mpa, dengan hanya satu variasi yang dapat dibandingkan biaya produksinya yaitu variasi 10% dengan selisih Rp. 377,84.dengan batako normal. Hal ini dikarenakan setiap penambahan cangkang biji karet dapat mempengaruhi nilai kuat tekan.