Abstract :
Kota Balikpapan merupakan salah satu kota yang salah satu tujuan pembangunannya berfokus pada bidang pariwisata. Pengembangan kegiatan pariwisata ini diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Balikpapan dan salah satunya terletak di sekitar DAS Manggar dengan peruntukan pengembangan ekowisata. Saat ini terdapat 2 (dua) ekowisata yang telah berkembang di kawasan DAS Manggar yaitu Wisata Bamboe Wanadesa dan Meranti. Tujuan awal pembangunan kedua objek wisata ini yaitu untuk meningkatkan pendapatan dari masyarakat yang secara aktif tergabung menjadi pengelola serta pekerja pada objek wisata. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan metode analisis yang digunakan yaitu statistik deskriptif untuk menganalisis karakteristik ekonomi wisatawan, pelaku usaha, dan tenaga kerja di objek wisata Bamboe Wanadesa dan Meranti. Analisis multiplier effect untuk menganalisis dampak langsung, tidak langsung, dan dampak lanjutan yang ditimbulkan dari adanya kegiatan pariwisata terhadap perekonomian masyarakat lokal, serta studi literatur untuk menganalisis dampak negatif dan positif yang ditimbulkan dari adanya kegiatan wisata pada kedua objek. Adapun data yang dibutuhkan sebagai input diantaranya yaitu pengeluaran wisatawan, pengeluaran tenaga kerja, pengeluaran pelaku usaha, pendapatan tenaga kerja, dan pendapatan pelaku usaha. Hasil yang diperoleh yaitu secara karakteristik terdapat beberapa perbedaan dan persamaan karakteristik. Perbedaan yaitu terletak pada sistem pembayaran upah tenaga kerja dan alokasi biaya yang dikeluarkan oleh wisatawan. Sementara itu untuk persamaan karakteristik yaitu terletak pada pengeluaran tenaga kerja yang sebagain besar digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Hasil multiplier pada objek wisata Bamboe Wanadesa menyatakan bahwa wisata memiliki dampak pada perekonomian lokal dengan dampak langsung yang diperoleh sebesar 5,6 dampak tidak langsung sebesar 1,13 dan dampak lanjutan sebesar 1,71. Sementara itu pada objek wisata Meranti yang memiliki dampak pada perekonomian lokal yaitu pada dampak langsung dan lanjutan dengan nilai multiplier sebesar 2,57 dan 1,94. Sementara itu untuk dampak tidak langsung bernilai rendah dikarenakan tidak adanya unit usaha pendukung kegiatan wisata. Secara keseluruhan kedua objek wisata berpotensi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.