Abstract :
Kelurahan Damai di Kecamatan Balikpapan Kota menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, dengan produksi sampah mencapai sekitar 7,8 ton per hari. Kawasan ini juga termasuk dalam kategori kumuh, khususnya di RT 01 dan RT 04, dengan luas 5,4 hektar. Ketiadaan fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menghambat warga dalam membuang sampah secara teratur, yang menyebabkan sampah sering dibuang sembarangan di bawah rumah panggung atau di area akses masuk. Meskipun Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) telah dibentuk dan sosialisasi dilakukan, belum ada perubahan signifikan, terutama akibat kurangnya fasilitas memadai dan tindakan konkret dari lembaga terkait. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengurangan sampah di Kelurahan Damai dengan menggunakan analisis skala likert untuk menilai partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan sampah. Berdasarkan hasil analisis, beberapa strategi telah dirancang, antara lain pengembangan sistem pemilahan sampah berbasis rumah tangga, pembangunan TPS dengan pemilahan mandiri, serta pembentukan komunitas pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana. Edukasi tentang pengolahan sampah organik, dampak buruk pembuangan sampah ke laut, dan pengenalan alat pengolahan sampah organik sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kampanye perubahan perilaku dalam membuang sampah juga diperlukan untuk mendukung upaya ini. Diharapkan, implementasi strategi ini dapat menciptakan pengelolaan sampah yang lebih terorganisir, berkelanjutan, dan berdampak positif pada lingkungan serta kesehatan masyarakat.