Abstract :
Pemerintah Indonesia mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs) ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 yang memuat 17 target tujuan pembangunan global, yang menjadi bukti dari keikutsertaan Indonesia untuk mencapai agenda tujuan pembangunan keberlanjutan tahun 2030. Penerapan SDGs dalam pariwisata juga memiliki tujuan untuk menciptakan keseimbangan antara lingkungan, ekonomi dan sosial, serta dengan adanya pertumbuhan pariwisata berkelanjutan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat pada ekonomi saja tetapi juga memberikan kesejahteraan masyarakat lokal dan keberlanjutan sumber daya alam seperti ekosistem mangrove. Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) Kota Balikpapan, kawasan mangrove kariangau masuk pada kebijakan pengembangan ketataruangan SPKW (Satuan Pengembangan Kawasan Wisata) Daerah yang termasuk pada SPKW Zona IV (SPKW Kariangau) yang ditetapkan sebagai kawasan berbasis pariwisata alam, petualangan dan pendidikan. Pada penelitian ini diharapkan tidak hanya membahas mengenai faktor apa saja yang mempengaruhi pengembangan ekowisata namun membahas juga mengenai progres SDGs dari faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengembangan ekowisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan ekowisata mangrove jembatan ulin kelurahan kariangau. Dalam penelitian ini, pada sasaran pertama yaitu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan ekowisata didapatkan 12 faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan ekowisata mangrove jembatan ulin kelurahan kariangau. Pada sasaran kedua yaitu menganalisis progres SDGs pengembangan kawasan ekowisata mangrove jembatan ulin kelurahan kariangau. Sasaran ketiga yaitu merusmuskan strategi pengembangan kawasan ekowisata mangrove jembatan ulin kelurahan kariangau didapatkan 22 strategi guna mendukung pengembangan kawasan ekowisara mangrove jembatan ulin kelurahan kariangau.