DETAIL DOCUMENT
Pemanfaatan Activated Carbon Dari Kayu Gaharu (Aquilaria Malaccensis) Sebagai Adsorben Untuk Menurunkan Parameter Logam Berat Besi (Fe) Dan Mangan (Mn) Pada Air Asam Tambang
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Ramadhani, Yusuf
Subject
Q Science (General) 
Datestamp
2025-01-10 06:48:42 
Abstract :
Air asam tambang merupakan salah satu dampak dari penambangan batu bara yang memiliki karakteristik bersifat asam (pH ? 4) dan memiliki kandungan logam berat besi dan mangan yang tinggi sehingga menyebabkan menurunnya kualitas air dan mengganggu ekosistem perairan sehingga perlu dilakukan suatu metode pengolahan sebagai bentuk pemulihan terhadap lingkungan salah satunya menggunakan metode adsorpsi. Adsorpsi merupakan metode pengolahan yang dapat diterapkan dalam menurunkan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air asam tambang dengan memanfaatkan gaya tarik molekul sehingga ion dari logam berat terserap pada bahan adsorben. Kayu gaharu mengandung zat lignoselulosa yang dapat dijadikan adsorben dalam menurunkan kadar logam berat besi (Fe) dan mangan (Mn) pada air asam tambang. Proses adsorpsi pada penelitian ini menggunakan adsorben karbonisasi kayu gaharu suhu 600 °C selama 2 jam dan aktivasi asam H3PO4 10% dengan variasi dosis 3,2 gram, 4 gram, 4,8 gram, dan 5,6 gram setiap 100 mL sampel air asam tambang dengan ukuran adsorben 100 mesh dan variasi waktu kontak 30 menit, 40 menit, 50 menit, dan 60 menit dengan kecepatan pengadukan 200 Rpm. Efisiensi penyisihan tertinggi pada adsorpsi karbon aktif kayu gaharu untuk logam Fe sebesar 50,10% pada dosis 3,2 gr/100 ml dalam waktu kontak 40 menit dengan kapasitas adsorpsi 0.3163 mg/g, sedangkan pada adsorpsi logam Mn sebesar 99,02% pada dosis 5,6 gr/100 ml dalam waktu kontak 30 menit dengan kapasitas adsorpsi 0.1178 mg/g. Berdasarkan hasil analisis statistik pengaruh variasi dosis dan variasi waktu kontak adsorben karbon aktif kayu gaharu terhadap penurunan parameter logam berat besi (Fe) dan mangan (Mn) hanya variabel waktu kontak yang memiliki hubungan/pengaruh signifikan terhadap efisiensi Fe. Adsorpsi logam berat Fe mengikuti model isoterm Freundlich, sedangkan adsorpsi logam berat Mn mengikuti model isoterm Langmuir. Di lain sisi, baik adsorpsi logam berat Fe maupun Mn, mengikuti kinetika adsorpsi orde dua semu yang mengindikasikan proses kemisorpsi. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan