Abstract :
Kota Balikpapan, dengan pertumbuhan penduduk yang signifikan, menghadapi tantangan
tingginya kepadatan permukiman yang seringkali tidak teratur dan berisiko tinggi terhadap
bencana kebakaran. Kelurahan Baru Ilir adalah salah satu wilayah dengan risiko kebakaran
yang signifikan, terbukti dari data kasus kebakaran sejak tahun 2014-2024 yang
menyebabkan kerugian material besar dan kehilangan nyawa. Penelitian ini bertujuan
untuk merumuskan strategi mitigasi bencana kebakaran berbasis tingkat risiko dengan
metode mixed-method. Sasaran penelitian meliputi identifikasi faktor prioritas risiko
menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP), penilaian tingkat risiko dengan
pembobotan dan skoring, serta perumusan strategi mitigasi melalui analisis SWOT. Sasaran
penelitian mencakup pemetaan sebaran risiko kebakaran, penentuan tingkat risiko di setiap
area, serta strategi mitigasi berbasis pendekatan pencegahan, kesiapsiagaan, dan
peningkatan kapasitas masyarakat. Sehingga output akhir yang dihasilkan dari penelitian
ini adalah adalah strategi mitigasi bencana kebakaran yang disusun berdasarkan potensi
dan permasalahan masing-masing wilayah pada setiap tingkatan risikonya. Strategi
mitigasi bencana kebakaran pada wilayah dengan tingkat risiko rendah berfokus pada
penyelenggaraan pelatihan yang lebih terjadwal serta pengoptimalan lingkungan yang
merupakan daerah binaan pertamina di bidang mitigasi bencana kebakaran. Strategi
mitigasi bencana kebakaran pada wilayah dengan tingkat risiko sedang ditekankan pada
kawasan tingkat risiko sedang adalah berada peningkatan program mitigasi yang sudah ada
serta mencoba melakukan kerjasama dengan pihak eksternal untuk mengoptimalkan
mitigasi yang sudah ada dan yang belum ada. Strategi yang ditekankan pada kawasan
tingkat risiko tinggi adalah berada pada penyediaan semua sarana dan prasarana mitigasi
bencana kebakaran yang dibutuhkan serta meningkatkan kerjasama strategis dalam
menghadapi bencana kebakaran. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah
dan masyarakat untuk meminimalkan risiko kebakaran di wilayah permukiman padat.