DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PENGARUH VARIASI WAKTU PENGERINGAN DAN CAMPURAN BRIKET CANGKANG KELAPA SAWIT DAN BUAH PINUS TERHADAP KARAKTERISTK BRIKET - Submit Jurnal
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Adnan, Rusdan
Subject
TJ Mechanical engineering and machinery 
Datestamp
2025-01-14 06:04:05 
Abstract :
Menurut International Energy Agency (IEA), permintaan energi dunia diperkirakan akan meningkat sebesar 45% hingga tahun 2030, dengan sekitar 80% kebutuhan energi global dipenuhi oleh bahan bakar fosil. Untuk mengatasi tantangan energi tersebut, pengembangan energi alternatif menjadi prioritas. Salah satu solusi yang banyak digunakan adalah penggunaan biomassa. Biomassa merupakan sumber energi terbarukan karena bahan organik yang dapat diperbaharui dalam waktu yang relatif singkat serta mempunyai beragam manfaat seperti digunakan pada bahan bakar untuk pembangkit listrik, dan dapat mengurangi limbah organik yang tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Salah satu limbah organik yang kurang dimanfaatkan adalah limbah dari pabrik pengolahan kelapa sawit, seperti cangkang kelapa sawit, dan limbah dari buah pinus. Pemilihan cangkang sawit dan buah pinus sebagai biomassa didasarkan pada ketersediaan limbah industri serta potensinya mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini mengunakan variasi komposisi campuran dan variasi waktu pengeringan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari variasi campuran dan variasi waktu pengeringan cangkang kelapa sawit dan buah pinus terhadap kadar air, nilai kalor, dan kadar abu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua briket dengan variasi komposisi campuran telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 1683:2021. untuk kadar air, namun untuk variasi waktu pengeringan hanya variasi WP 3 yang tidak memenuhi standar. Pada pengujian kadar abu, seluruh variasi komposisi dan waktu pengeringan tidak memenuhi standar SNI karena memiliki kadar abu di atas ambang batas yang ditetapkan (? 10%). Sementara itu, pengujian nilai kalor menunjukkan bahwa semua variasi komposisi dan waktu pengeringan memenuhi standar SNI dengan nilai kalor tertinggi pada WP3 (6643,18 cal/g). Analisis ANOVA menunjukkan bahwa baik variasi komposisi maupun waktu pengeringan secara signifikan memengaruhi kadar air dan kadar abu, namun hanya waktu pengeringan yang memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai kalor briket. Kata Kunci : Biomassa, Biobriket, Nilai kalor, Kadar Air, Kadar Abu. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan